Terdapat dua jenis zakat dalam Islam: zakat konsumtif yang berbentuk penyaluran bantuan untuk kebutuhan sehari-hari; dan zakat produktif berupa modal usaha dan diproyeksikan untuk berdiri sendiri. Pendayagunaan zakat pada lembaga amil pun variatif. Salah satunya Dompet Dhuafa sebagai sebuah organisasi filantropi Islam berbasis Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) yang telah berhasil menggagas dan melahirkan program guna mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh program pemberdayaan Dompet Dhuafa bagi para penerima manfaatnya dengan memenuhi aspek dari Teori ACTORS (Authority, Confidence and Competence, Trust, Opportunities, Responsibility, dan Support). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan fenomenologi yang memiliki tiga teknik pengambilan data. Pertama, observasi program-program Dompet Dhuafa. Kedua, menggunakan teknik wawancara narasumber sekaligus penerima manfaat. Ketiga, dokumentasi dengan pengambilan gambar di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerima manfaat program-program Dompet Dhuafa perlahan menuju berdaya. Ditunjukkan dengan kondisi penerima manfaat yang pada mulanya berstatus mustahik dengan profesi sebagai pekerja serabutan, perlahan berdaya dengan mendapat modal usaha, pelatihan dan pendampingan secara berkala agar mempunyai bekal untuk kemudian mampu membangun usahanya sendiri. Peneliti menggunakan Teori ACTORS untuk membongkar program-program pemberdayaan Dompet Dhuafa.
Copyrights © 2025