Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk karakter santri melalui pembelajaran keagamaan, termasuk program tahfidz al-Qur’an. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan gadget oleh santri menjadi fenomena yang tidak terelakkan, termasuk di Pondok Pesantren Putri An Nuriyah Wonocolo Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam peran gadget dalam mendukung sekaligus menghambat proses hafalan Al-Qur’an santriwati di lingkungan pesantren tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif terbatas, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gadget dapat berperan positif dalam mendukung hafalan melalui akses aplikasi Al-Qur’an digital, fitur audio murottal, serta fleksibilitas dalam muroja’ah. Namun, gadget juga menjadi penghambat hafalan apabila digunakan tanpa kontrol, terutama karena distraksi dari media sosial, penurunan fokus, dan belum adanya regulasi penggunaan yang sistematis di lingkungan pesantren. Temuan ini menunjukkan pentingnya penyusunan kebijakan berbasis nilai serta pembinaan karakter digital Islami bagi santri agar pemanfaatan teknologi dapat selaras dengan tujuan pendidikan tahfidz. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam mengaitkan efektivitas gadget dengan faktor kontrol internal dan tata kelola pesantren sebagai elemen penentu keberhasilan program hafalan Al-Qur’an di era digital.
Copyrights © 2025