Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu dalam penanganan anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) di Humanika Psychology Center Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari lima orang, yaitu tiga informan utama (ibu dari anak dengan keterlambatan bicara) dan dua informan kunci (terapis dan psikolog di Humanika). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki peran sentral dalam mendampingi proses terapi anak melalui stimulasi bicara, keterlibatan aktif dalam sesi terapi, serta membangun interaksi sosial yang mendukung. Namun, peran ini kerap menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pemahaman ibu terhadap metode terapi, keterbatasan informasi, serta dukungan lingkungan yang kurang optimal. Temuan ini dianalisis menggunakan teori peran Merton dan Turner, teori interaksionisme simbolik dari Mead, serta konsep habitus dari Bourdieu yang secara keseluruhan menjelaskan bagaimana ibu mengalami adaptasi peran dan pembentukan makna sosial dalam mendampingi anak dengan keterlambatan bicara. Humanika Psychology Center berperan penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan psikologis bagi ibu agar keterlibatan mereka dalam terapi menjadi lebih efektif.
Copyrights © 2025