Film aksi 13 Bom di Jakarta karya Angga Dwimas Sasongko menampilkan berbagai adegan dramatik yang divisualisasikan melalui penerapan teknik sinematografi yang kuat. Salah satu aspek penting dalam sinematografi adalah komposisi visual, yang berperan membangun nuansa, emosi, dan menyampaikan pesan visual kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komposisi visual mendukung kekuatan sinematografi dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual berdasarkan empat elemen utama: framing, pencahayaan, warna, dan gerakan kamera. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap film, dokumentasi gambar, dan wawancara dengan sinematografer Arnand Pratikto. Hasil analisis menunjukkan penerapan komposisi visual secara tepat mampu memperkuat intensitas emosional, memperjelas fokus cerita, serta mendukung unsur dramatik seperti ketegangan dan konflik. Dengan penataan visual yang efektif, film ini mampu menciptakan pengalaman sinematik yang imersif dan realistis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sineas dan akademisi dalam memahami pentingnya komposisi visual sebagai alat penyampai pesan dalam sinematografi sebuah film
Copyrights © 2025