Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

An Analysis of Women, Education and Minangkabau Songket Zamil, Ilham; Ezriani, Ezriani; Efi, Agusti; Budiwirman, Budiwirman
JURNAL PENDIDIKAN DAN KELUARGA Vol 15 No 02 (2023): Jurnal Pendidikan dan Keluarga
Publisher : Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpk/vol15-iss02/1153

Abstract

This study aims to describe the woman and education ​​in Minangkabau songket. Songket cloth is a sacred cultural object for the Minangkabau people. Besides showing the existence of culture, songket cloth is also not just anyone who is allowed to wear it. However, songket cloth is starting to be converted by the community. Songket cloth is not only used by datuak and bundo kanduang in Minangkabau traditional ceremonies. But it is also used for various non-sacred events, including attending birthday shows, farewell events between students at schools, graduation ceremonies, khatam qur'an, and is also used for wallets where money is kept, room interior decoration, souvenirs/souvenirs, as sandals, school bags, as car accessories, uniforms for stand keepers in performances such as exhibitions, bazaars and other trade missions, as ethnic identity in a performance in another cultural sphere. However, not many people know about how the birth process and the value of a piece of Minangkabau songket cloth. Interview methods and literature studies are used as data collectors to describe the processes and values ​​in Minangkabau songket.
Pelatihan Film Pendek di SMA Negeri 1 Pariangan Kabupaten Tanah Datar Prakarti DB, Vicia Dwi; Girsang, Nitasri Murawaty; Fitri, Dynia; Ezriani, Ezriani; Hibatullah, Naufal
Batoboh Vol 9, No 2 (2024): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v9i2.1378

Abstract

Literasi digital dan penggunaan sosial media sangat populer tingkat penggunaannya terutama dalam pembuatan konten kreatif. Konten digital mempunyai aspek naratif dan aspek sinematografi. Hal ini menjadi penting untuk diberikan dalam bentuk pelatihan kepada siswa siswi SMA Negeri 1 Pariangan Kabupaten Tanah Datar mengenai cara pembuatan film pendek. Pengabdian ini dilakukan untuk melatih dan memperkenalkan kepada siswa siswi dalam membuat film pendek sesuai dengan kearifan lokal berupa video dan menambah kreatifitas siswa siswi dibidang perfilman melalui media digital dalam perspektif teknik. Kegiatan pelatihan ini meliputi pelatihan praproduksi, pelatihan produksi, dan pelatihan pasca produksi. Pelatihan tahap praproduksi yang dilakukan adalah mencari konsep konten yang akan dibuat dengan mencari ide dan penentuan objek. Pelatihan tahap produksi adalah proses untuk melakukan shooting, dan materi yang diberikan tentang bagaimana tata cara menyutradarai film pendek, pengambilan gambar yang baik. Pelatihan tahap praproduksi adalah proses editing dari gambar yang sudah diambil dan menghubungkan tipe shotnya sehingga menjadi satu video film dengan menggunakan aplikasi editing hingga menjadi sebuat film pendek. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini sangat memuaskan dan mencapai target. Film pendek yang sudah mereka buat mampu dikerjakan dan bersaing dengan Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat.
Hubungan Karakteristik Individu Dengan Kejadian Sick Building Sydrome (SBS) Pada Anggota Di Unit Kerja X Hamdhani, Rahmat; riansyah, Rici; Ezriani, Ezriani
Health Publica Vol 6, No 01 (2025): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v6i01.9065

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) adalah suatu gejala keluhan kesehatan yang dapat dirasakan oleh seseorang pada saat berada didalam gedung dan akan hilang ketika sudah keluar dari gedung tesrsebut yang dipengaruhi oleh beberapa hal seperti kualitas udara didalam ruangan, pencemaran udara dan ventilasi suatu bangunan. Adapun gejala yang dapat dirasakan oleh seseorang berupa sakit kepala, bersin-bersin, pilek, hidung tersumbat, iritasi pada mata, tenggorokan, batuk, gatal, dan bitnik merah pada kulit serta rasa mual. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk dapat mengetahui kualitas fisik udara yang berpotensi menjadi penyebab kejadian SBS pada anggota unit kerja X di unit kerja X. Penelitian ini dilakukan secara analitik dengan pendekatan cross-sectional yang diikuti oleh 33 anggota yang telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Ruang lingkup penelitian ini adalah karekteristik individu berupa umur, jenis kelamin, masa kerja, kebiasaan merokok dan riwayat alergi serta memberikan kuesioner terkait keluhan SBS yang dirasakan oleh anggota unit kerja X. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan hasil mengenai hubungan karakteristik individu dengan kejadian SBS yaitu umur (p-value 0,011), jenis kelamin (p-value 0,523), masa kerja (p-value 0,589), kebiasaan merokok (p-value 0,839) dan Riwayat alergi (p-value 0,358). Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa karakteristik individu umur memiliki hubungan dengan kejadian sick building syndrome pada anggota pegawai di unit kerja X dengan p-value < 0,05
SOSIALISASI PROGRAM MANAJEMEN BENCANA KEBAKARAN DI CV. TRI ONGGO REJEKI DESA JERUKSAWIT GONDANGREJO Riansyah, Rici; Damasz, Adrian; Widyatama, Alfian; Zahira, Anindya Ghaitsa; Asmadi, Gumilang Maulana; L, Linda Wahyu Laras; Mulia, Mutiara Nur; Pramudyaning, Nadhika; Wikaristi, Naia Nur; S, Rewines Prihatna; F, Viaressa Aurelia; P, Virda Ayu Maulidina; Ezriani, Ezriani
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2791

Abstract

Bencana adalah setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia, atau memburuknya derajat kesehatan atau pelayanan kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarakat atau wilayah yang terkena dampak. Salah satu potnesi bencana yang sering terjadi seperti kebakaran di tempat kerja yang dapat membawa konsekuensi yang berdampak merugikan banyak pihak baik pengusaha, tenaga kerja, maupun masyarakat luas. Maka upaya dini dalam pelaksanaan mitigasi bencana kebakaran perlu ditingkatkan secara signifikan untuk mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan kebakaran. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pekerja dan masyarakat sekitar industri informal mengenai penanganan tanggap darurat bencana kebakaran di tempat kerja. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu, pertama melakukan identifikasi masalah di tempat kerja. Tahap kedua dengan menentukan prioritas masalah yang telah di assessment, tahap ketiga menetukan solusi berdasarkan hasil SWOT analisis. Tahapan keempat, melaksanakan kegiatan pelatihan meliputi pre-test, penyampaian materi, praktek penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan dilanjutkan dengan post-test. Tahapan terakhir, yaitu melakukan analisis dan evaluasi serta tindak lanjut terhadap hasil kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan pelatihan Penggunaan APAR menujukkan hasil yang positif dan signifikan, dimana ada peningkatan pengetahuan sebanyak 26 responden (92,86%) dari total 28 responden.Sehingga kesimpulan yang didapatkan bari kegiatan pelatihan mitigasi kebakaran menggunakan APAR berhasil meningkatkan pengetahuan pekerja dalam mengatisipasi kebakaran di tempat kerja.
Komposisi Visual dalam Mendukung Sinematografi Pada Film 13 Bom di Jakarta Karya Angga Dwimas Sasongko Rahima, M; Ezriani, Ezriani
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 9, No 1 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v9i1.5039

Abstract

Film aksi 13 Bom di Jakarta karya Angga Dwimas Sasongko menampilkan berbagai adegan dramatik yang divisualisasikan melalui penerapan teknik sinematografi yang kuat. Salah satu aspek penting dalam sinematografi adalah komposisi visual, yang berperan membangun nuansa, emosi, dan menyampaikan pesan visual kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komposisi visual mendukung kekuatan sinematografi dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual berdasarkan empat elemen utama: framing, pencahayaan, warna, dan gerakan kamera. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap film, dokumentasi gambar, dan wawancara dengan sinematografer Arnand Pratikto. Hasil analisis menunjukkan penerapan komposisi visual secara tepat mampu memperkuat intensitas emosional, memperjelas fokus cerita, serta mendukung unsur dramatik seperti ketegangan dan konflik. Dengan penataan visual yang efektif, film ini mampu menciptakan pengalaman sinematik yang imersif dan realistis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sineas dan akademisi dalam memahami pentingnya komposisi visual sebagai alat penyampai pesan dalam sinematografi sebuah film
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN PADA KELOMPOK PEKERJA UMKM WARINDES DESA BATURAN Riansyah, Rici; Ananda, Athifah; Adi S, Krisna; Muthia, Fadhilah; Wahyuningtyas, Deswieta; Izma M, Naila; Shafarida, Khairunnisa; Basudewa, Aryakunta; Berliana K, Audrey; Setyo A, Mahmud; Chrisnodas, Archie; Ezriani, Ezriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i3.10543

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) warung makan memiliki risiko kebakaran akibat penggunaan liquefied petroleum gas (LPG), instalasi listrik tidak standar, serta rendahnya kesiapsiagaan pekerja. Salah satu UMKM yang terdapat di Desa Baturan Kecamatan Colomadu yaitu Warung Inovasi Desa (Warindes). Warindes merupakan program pengembangan UMKM di Desa Baturan yang bergerak di bidang warung makan dan katering. Dari hasil observasi yang telah dilakukan diketahui para pekerja belum mengetahui langkah - langkah yang harus diambil apabila terjadi situasi darurat kebakaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan para pekerja UMKM Warindes Desa Baturan terhadap mitigasi dan tanggap darurat kebakaran. Metode yang digunakan adalah Problem Solving Cycle melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko, penentuan prioritas masalah, analisis SWOT, serta penyuluhan dan simulasi penggunaan APAT dan APAR. Hasil evaluasi menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pekerja yang signifikan setelah intervensi (p < 0,05). Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman pekerja terhadap bahaya kebakaran dan upaya mitigasinya sesuai dengan regulasi keselamatan kerja.