Binaural beats sebagai seni suara menjadi topik yang banyak diteliti oleh berbagai bidang, diantaranya dikatikan dengan induksi gelombang otak, relaksasi, dan transformasi kesadaran. Hal ini dapat terjadi ketika dua gelombang frekuensi suara yang berbeda diperdengarkan melalui masing-masing telinga, sehingga otak menciptakan persepsi nada tambahan yang tidak ada dalam stimulus asli. Penelitian ini bahwa binaural beats yang berada dalam frekuensi theta (4–8 Hz), terbukti mampu mempengaruhi pola aktivitas otak, meningkatkan efek, dan mendukung eksplorasi kesadaran ke arah lebih dalam. Dalam penelitian berbasis elektroensefalografi (EEG) menjelaskan bahwa paparan dari music binaural beats mampu meningkatkan sinkronisasi neuron di sistem limbik, yang dapat berperan dalam regulasi emosi dan kesadaran. Binaural beats memberikan efek yang siginifikan terhadap psikologis dan fisiologis individu, diantaranya dapat menurunkan kadar kortisol dan detak jantung, yang dapat mempengaruhi efek. Namun efek ini masih belum konsisten dan masih menunjukkan variasi pada setiap individu, hal ini ditentukan oleh pengalaman dan kondisi lingkungan sekitarnya. Beberapa penelitian juga menunjukkan kombinasi antara binaural beats dengan beberapa elemen akustik tambahan, seperti seni auditory relaksasi, kemudian penggunaannya di lingkungan yang sedikit/ mini. Dengan beberapa temuan yang pada binaural beats serta efek yang ditimbulkan memiliki keterkaitan dengan kesadaran dan pengembalian kepada gelombang teta. Maka dapat disimpulkan binaural beats bisa digunakan sebagai media penghantar untuk menuju gelombang teta, yang akan membantu dalam induksi terapi transpersonal. Meskipun hal ini juga masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk melihat sejauh mana efektivitasnya dalam terapi yang menggunakan induksi. Dengan pendekatan yang lebih sistematis dan evidence-based, binaural beats dapat dijadikan sebagai bagian metode terapi komplementer di psikologi terkhusus pada terapi transpersonal
Copyrights © 2025