Latar Belakang : Gangguan ketertiban dan keamanan di Lapas sering kali disebabkan oleh lemahnya sistem pengawasan terhadap aktivitas narapidana, pengunjung, serta dokumen atau barang yang keluar masuk. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan sistem keamanan adalah penggunaan cap stempel ultraviolet (UV) sebagai alat identifikasi resmi bagi pengunjung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan stempel UV dalam mendukung sistem keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas IIB Tabanan. Metode : Menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif dengan melibatkan petugas keamanan serta staf administrasi. Tahapan pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara, sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan stempel UV. Pendekatan ini bersifat kolaboratif, di mana seluruh elemen internal lapas berperan aktif dalam proses penerapan teknologi tersebut. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan stempel UV terbukti meningkatkan efektivitas sistem keamanan di Lapas. Efektivitas program terlihat dari meningkatnya deteksi pelanggaran dan menurunnya gangguan ketertiban hingga 30% selama masa monitoring. Program ini juga mendorong terbentuknya Standard Operating Procedure (SOP) baru yang mengatur penggunaan stempel UV secara sistematis dalam prosedur pengawasan pengunjung. Kesimpulan : Implementasi stempel UV di Lapas Kelas IIB Tabanan merupakan inovasi teknologi sederhana namun efektif dalam memperkuat sistem keamanan. Penerapan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga memiliki efek preventif terhadap potensi pelanggaran. Dengan dukungan dan komitmen dari seluruh elemen internal, teknologi ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan lembaga pemasyarakatan yang aman, tertib, dan akuntabel.
Copyrights © 2025