Pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada memiliki peran penting dalam menjaga integritas demokrasi, namun masih ditemukan sejumlah kendala, khususnya di wilayah terpencil seperti Kabupaten Keerom, Papua. Proses pelaporan pelanggaran yang masih dilakukan secara manual mengakibatkan keterlambatan penanganan, kurangnya transparansi, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pelaporan pelanggaran Pilkada berbasis website menggunakan metode prototyping yang memungkinkan keterlibatan langsung pengguna dalam proses pengembangan sistem secara bertahap. Sistem dibangun dengan teknologi PHP dan MySQL, serta dilengkapi fitur utama seperti pengisian laporan daring, unggah bukti digital, dan pelacakan status laporan secara real-time. Proses pengembangan dilakukan melalui tahapan: identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan awal, pembangunan prototipe, pengujian fungsional (black-box), serta evaluasi berbasis umpan balik pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berfungsi dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pelaporan pelanggaran Pilkada menjadi lebih efisien, transparan, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas. Sistem ini juga berpotensi menjadi model penerapan teknologi dalam pengawasan pemilu yang adaptif terhadap konteks sosial dan geografis lokal.
Copyrights © 2025