Kulit bawang merah banyak mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, antara lain seperti flavonoid, antosianin, saponin, tanin, glikosida dan steroida atau teriterpenoid. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan formula sediaan serum ekstrak kulit bawang merah yang memenuhi stabilitas fisik serum dan untuk mengetahui aktivitas antioskidannya. Metode yang digunakan berupa eksperimental dengan memformulasikan serum dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit bawang merah yaitu 100 x IC50, 500 x IC50, 1000 x IC50. Kemudian dilakukan evaluasi stabilitas fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, dan viskositas serta aktivitas antioksidan. Uji aktivitas antioksidan dengan metode analisis kuantitatif menggunakan persamaan regresi linear untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan stabilitas fisik serum. Hasil uji antioksidan menunjukkan bahwa formulasi I memiliki IC50 sebesar 2,288 ppm, formulasi II sebesar 1,441 ppm, dan formulasi III sebesar 0,738 ppm. Ketiga formula menunjukkan IC50< 50 ppm yang artinya ketiga formula serum memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Berdasarkan hasil tersebut,makadisimpulkan bahwa ketiga formula serum kulit bawang merah memenuhi syarat mutu fisik sediaan dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Copyrights © 2023