Penelitian tentang penentuan potensi air tanah di sekitar kawasan pertanian desa Pijoan telah dilakukan dengan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada tiga lintasan dengan panjang lintasan masing-masing 200 meter. Penelitian ini menggunakan Nainura 300HF dan data diolah menggunakan software IP2win untuk memperoleh gambaran hasil bawah permukaan tanah berdasarkan nilai resistivitas dari struktur lapisan penyusun bawah permukaan yang ditampilkan dalam model 1D. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga lintasan memiliki rentang nilai resistivitas 1 – 150 Ω.m. Pada lintasan pertama dengan nilai resistivitas sebesar 14.8 Ω.m – 150 Ω.m tersusun atas lempung, dan lanau lempung. Lapisan air tanah diduga terdapat pada kedalaman 10.7 m dengan nilai resistivitas sebesar 63.2 Ω.m. Pada lapisan kedua, nilai resistivitas berada direntang 0.505 Ω.m – 129 Ω.m. diduga sebagai lapisan sedimen yang tersusun atas aluvium, lempung lanau dan air tanah. Air tanah diduga terdapat pada kedalaman 24.4 meter dengan nilai resistivitas 30.4 Ω.m. Sedangkan pada lintasan ketiga, nilai resistivitas berkisar antara 0.6 Ω.m. – 344 Ω.m dengan material penyusun berupa aluvium, lempung, dan air tanah. Air tanah diduga terdapat pada kedalaman 14.1 dengan nilai resistivitas sebesar 44.7 Ω.m.
Copyrights © 2024