Artikel ini bertujuan untuk menganalisis potensi metode story telling dalam meningkatkan sikap nasionalisme peserta didik pada pembelajaran IPS kelas 8, khususnya pada materi sejarah Indonesia masa kolonialisme dan kemerdekaan. Story telling dianggap sebagai metode yang efektif karena mampu menghidupkan peristiwa sejarah, merangsang imajinasi, dan menumbuhkan emosi peserta didik. Berdasarlan hasil kajian literatur menunjukkan bahwa story telling memiliki keunggulan dalam menyampaikan materi sejarah secara lebih menarik dan bermakna dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Penggunaan story telling dapat membantu peserta didik memahami konteks sejarah, mengidentifikasi nilai-nilai nasionalisme, dan mengembangkan rasa empati terhadap perjuangan para pahlawan. Namun, masih terdapat kendala dalam penerapan storytelling di kelas, yaitu kurangnya penguasaan keterampilan story telling oleh guru IPS. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan metode ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan studi literatur yaitu, data yang digunakan didapatkan dari hasil pengumpulan dan analisis dari jurnal, artikel, maupun buku-buku yang relevan dengan objek yang dikaji secara ilmiah. Inti pembahasan artikel ini membahas penguasaan keterampilan guru SMP pada strory telling pada kegiatan pembelajaran sehingga para peserta didik tidak merasa bosan.
Copyrights © 2024