ABSTRAK KORELASI TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD AKHMAD BERAHIM KABUPATEN TANA TIDUNG Veny Pironika1 , Kiki Hardiansyah Safitri2 Email :1martinusteacher@gmail.com & 2kikihardiansyahs@itkeswhs.ac.id Pendahuluan : Stres merupakan respon individu yang tidak spesifik terhadap tekanan salah satunya dispepsia gejala berupa nyeri atau rasa tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, sendawa, rasa cepat kenyang dan perut merasa penuh. stres adalah respon individu yang tidak spesifik terhadap tekanan atau stressor. Tujuan : Dianalisisnya korelasi tingkat stres dengan kejadian dispepsia pada pasien diruang rawat inap. Metode : Desain penelitian korelasi dengan pendekatan crossectional dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling dengan jumlah sampel 86 pasien yang dirawat inap, kriteria inklusi pasien rawat inap umur 18 - 58 tahun, pasien tidak memiliki riwayat ganguan mental dibuktikan diagnosa medis dan tidak menderita penyakit kronik seperti diabetes, melitus, hipertensi, gagal ginjal, penyakit kegaganasan. menggunakan kuesioner Dass 42 untuk stres. Hasil : responden berjenis kelamin perempuan 57 %, umur 18 – 33 tahun 46,51 %, responden bekerja 63%, dan pendidikan SMA 45,34 %. tingkat stres normal 68,6%, dan 78% yang mengalami dispepsia. Nilai p value 0,007 (<0.05) dan nilai r (0,287). Kesimpulan: terdapat korelasi tingkat stres dengan kejadian dispepsia pasien diruang rawat inap dengan tingkat stres dengan kejadian dispepsia dengan kekuatan hubungan korelasi lemah. Saran: Diharapkan bagi tempat penelitian untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada pasien dengan memberikan informasi mengenai penyakit dispepsia sehingga dapat mencegah terjadinya dispepsia. Kata Kunci : Korelasi, Stres, Dispepsia 1-2 Program Studi Sarjana Keperawatan Wiyata Husada Samarinda
Copyrights © 2024