Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris terdapat atau tidaknya pengaruh pendekatan Scaffolding melalui metode Probing-Prompting Learning terhadap hasil belajar fisika. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 23 Jakarta, pada semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini berjumlah 36 orang siswa yang seluruhnya diteliti. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan metode Pre Eksperimen dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dengan uji Liliefors Galat Taksiran didapatkan nilai Lhitung = 0,07 < Ltabel = 0,148 berarti kelas eksperimen berdistribusi normal. Untuk uji homogenitas menggunakan uji Bartlett pada kelas eksperimen didapatkan nilai χhitung = 3,951 dan nilai χtabel = 38,8852 dengan taraf signifikansinya α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan χhitung = 3,951 < χtabel = 38,8852; maka kelas eksperimen homogen. Dan dalam pengujian hipotesis didapatkan nilai thitung = 4,237 dengan dk = 26 dan taraf signifikansinya α = 0,05 didapatkan nilai ttabel = 2,052. Karena thitung = 4,237 > ttabel = 2,052 yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian, hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan Scaffolding melalui metode Probing-Prompting Learning terhadap hasil belajar fisika siswa.
Copyrights © 2016