Penelitian ini merupakan desain intervensi kualitatif yang bertujuan mengidentifikasi secara mendalam faktor penghambat dan potensi keberhasilan dalam pelaksanaan program Konseling Sebaya (Peer Counseling) di lingkungan Madrasah Aliyah (MA) di Banyuwangi. Konseling Sebaya dipandang sebagai layanan Bimbingan dan Konseling (BK) komplementer yang efektif, namun implementasinya di lembaga pendidikan Islam seringkali terkendala oleh faktor kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan melibatkan tiga MA di wilayah Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Guru BK, Koordinator Konselor Sebaya, dan siswa anggota. Analisis data dilakukan secara tematik untuk merumuskan model intervensi yang relevan. Hasil penelitian mengidentifikasi faktor penghambat utama, meliputi: (1) Stigma terhadap kerahasiaan (confidentiality) dan pemahaman agama; (2) Kompetensi teknis konselor sebaya yang terbatas; dan (3) Dukungan kelembagaan yang belum optimal. Sebaliknya, potensi keberhasilan didorong oleh: (1) Tingkat kepercayaan siswa yang tinggi kepada teman sebaya; dan (2) Sifat sukarela dan kemudahan akses di lingkungan madrasah. Berdasarkan identifikasi ini, dirumuskan Model Intervensi Kualitatif Tiga Tahap yang mengintegrasikan penguatan nilai-nilai religius dengan pelatihan keterampilan konseling dan manajemen program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan terletak pada sinergi nilai agama dan profesionalitas dalam desain program.
Copyrights © 2025