Pada tahap awal pertumbuhannya, rumah sakit mengalami modifikasi sebagai organisasi layanan kesehatan dan lembaga yang berfungsi secara sosial. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memiliki Rumah Sakit Umum Daerah Labuha (RSUD Labuha), yang merupakan rumah sakit rujukan regional di Halmahera Selatan. Sensasi yang muncul dari harapan dan perasaan yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pasien dikenal sebagai kepuasan pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan dan mengevaluasi tingkat kepuasan pasien rumah sakit. Hal ini dicapai melalui penyebaran kuesioner yang dirancang untuk memahami analisis yang terjadi antara kebahagiaan pasien dan kinerja rumah sakit. Untuk mempertahankan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggannya di tengah inkonsistensi, teknik Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadacth (TRIZ) berupaya mengidentifikasi ide-ide perbaikan prioritas dalam layanan rumah sakit. Hasil metode TRIZ menunjukkan bahwa tujuh atribut layanan C1, C4, C8, C10, C12, C14, dan C19 perlu ditingkatkan, sementara 13 atribut C2, C3, C5, C6, C7, C9, C11, C13, C15, C16, C17, C18, dan C20 memiliki tingkat kesesuaian. Selain itu, tujuh dari dua puluh kualitas layanan yang berkonflik menjadi prioritas utama dalam rencana perbaikan untuk mempertahankan standar layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Labuha.Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelayanan, Rumah Sakit, Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadacth (TRIZ)
Copyrights © 2025