Berdasarkan kecakapan berbahasa dan kemampuan membuka relasi, Gen Z yang paling banyak mengambil resiko merubah identitasnya di media sosial. Salah satu dari identitas itu adalah Lelaki Feminin. Secara normal gender yang jelas hanya laki-laki dan perempuan. Seiring berjalannya waktu, jiwa feminin pada tubuh laki-laki bertumbuh, dan mencoba untuk diakui oleh masyarakat dan dunia. Lelaki feminin menurut Febrian, “Ketika seorang lelaki feminin lewat didepan mereka, tanpa banyak kata mereka akan merubah pola diskusi dan lantang mengucapkan “aduh kenapa penampilannya seperti cewek.” Menurutnya, jika penampilan tidak biasa bagi orang dengan gender normal, pasti akan mendapatkan diskriminasi karena telah menyimpang dari norma berpakaian yang berlaku. Dalam penelitian ini penulis memilih jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif karena sesuai dengan rumusan masalah penulis, yaitu mengetahui lebih dalam mengenai proses komunikasi pengungkapan diri remaja laki-laki yang bersifat feminin.
Copyrights © 2024