cover
Contact Name
Sri Ayu Rayhaniah
Contact Email
rayhania3589@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nubuwwah.journal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dakwah & Komunikasi (belakang Rektorat) Kampus 2 UIN Sultan Aji Muhammad Idris, Jalan H.A.M. Rifaddin Loa Janan Ilir
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting
ISSN : -     EISSN : 2986271X     DOI : https://doi.org/10.21093/nubuwwah
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Jurnal dalam bidang keilmuan komunikasi yang diterbitkan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.
Articles 36 Documents
NARASI IBU KOTA NEGARA DI KALIMANTAN TIMUR PADA AKUN INSTAGRAM SHERLY ANNAVITA Ghaisani, Nadhila Shabrina; Inayah, Sitti Syahar
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 01 (2023): EDISI FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i01.6112

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu urgensi mengenai pemindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur pada akun instagram Sherly Annavita yang menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Mendeskripsikan bagaimana hasil narasi dari postingan video instagram Sherly Annavita dalam keputusan Presiden Joko Widodo mengenai pemindahan Ibu Kota Negara. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif,dan jenis penelitian analisis naratif. Pada postingan video Sherly Annavita, peneliti menggunakan teori naratif dan teori Vladimir Propp. Hasil temuan yang diperoleh dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat aspek-aspek analisis naratif, meliputi: (1) Cerita dan Plot Narasi Postingan Sherly Annavita berupa gambaran umum. (2)Tahapan-tahapan Struktur Narasi postingan Sherly Annavita. (3) Adapun tujuh Fungsi Narasi dalam Struktur Narasi. Serta terdapat juga karakter dalam narasi Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur pada postingan Instagram Sherly Annavita ialah meliputi Penyanggah (Sherly Annavita), Pengirim (Tim dari Program TV ILC), Pendukung (Presiden Joko Widodo), dan Penolong (Masyarakat Daerah). Perolehan oposisi biner dalam penelitian ini terdapat pihak penyanggah atau baik dan pihak pendukung atau buruk. Pemaparan hasil di atas menunjukkan bahwa yang tertuju pada pihak penyanggah atau baik ialah pemilik akun instagram Sherly Annavita, sedangkan pihak pendukung atau buruk tertuju pada Presiden Joko Widodo.
LAMIN TOLAN SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL MASYARAKAT DAYAK BENUAQ DI KAMPUNG LAMBING KECAMATAN MUARA LAWA KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR Sugiarto, Roby; Rayhaniah, Sri Ayu
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 01 (2023): EDISI FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i01.6114

Abstract

Indonesia adalah negara pluralisme yang memiliki berbagai macam suku, etnis, adat, budaya dan agama. Keanekaragaman tersebut bukan hanya kekayaan bangsa, tapi juga merupakan identitas kultural Bangsa Indonesia. Salah satu keanekaragaman adalah rumah adat Lamin Tolan yang dimiliki Suku Dayak Benuaq yang berada di Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Hingga saat ini Lamin Tolan masih digunakan Suku Dayak Benuaq untuk tempat tinggal dan kegiatan-kegiatan ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Lamin Tolan sebagai identitas kultural masyarakat Suku Dayak Benuaq. Peneliti menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah selain digunakan sebagai tempat tinggal dan kegiatan-kegiatan ritual, Lamin Tolan dari segi material menggunakan bahan-bahan alam dengan sedemikian rupa, sehingga memunculkan kesan unik, sederhana, dan dekat dengan alam. Inilah yang menjadi identitas kultural bagi Suku Dayak Benuaq.
REPRESENTASI TOKOH PEREMPUAN DALAM FILM TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH DAN AYAT-AYAT CINTA 2 Saputranur, S; Wijaya, Ida Suryani
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 01 (2023): EDISI FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i01.6116

Abstract

Tokoh perempuan menjadi sorotan utama pada penerapan syariat Islam terkhusus pada film. Selain itu, terdapat perbedaan pada pengambilan gambar, sifat, karakter, dan pakaian tokoh perempuan pada film religi dan film selain religi. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui representasi tokoh perempuan dalam dialog dan adegan pada film religi di Indonesia pada era lama dan era modern. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dianalisis melalui model semiotika Roland Barthes. Analisis semiotik dimulai dengan mendefinisikan objek analisis, mengumpulkan teks, menjelaskan teks, lalu menafsirkan teks, dan menjelaskan kode-kode kultural. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan terhadap audio dan visual dalam kedua film tersebut. Film Titian Serambut Dibelah Tujuh dipilih karena merupakan film religi pertama yang digarap Chaerul Umam dan sukses mendapatkan 12 penghargaan pada Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1983. Ayat-Ayat Cinta 2 dipilih karena mendapatkan penghargaan pada Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2018 katagori pemeran wanita pendukung terbaik dan menduduki posisi ke 3 pada film box office Indonesia tahun 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kedua film tersebut menampilkan representasi pada tokoh perempuan seperti kesempatan menuntut ilmu, menyampaikan aspirasi, memilih pasangan hidup, status pekerjaan, perlindungan hukum, etika berpakaian, dan etika kepada orang tua.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL SEBAGAI FAKTOR KEPUTUSAN TETAP BEKERJA DI SEKTOR PERTAMBANGAN (STUDI KASUS DI KOTA SAMARINDA) Hayati, Afita Nur; Safitri, Ade Irma; Utami, Anindya Putri; Nofianti, Ayu; Maharani, Erviana Arya; Yuli, Erza; Magfirah, Riska; Ramadhan, Sinar; Muzizah, Siti; Nurhidayat, Qanithah
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 01 (2023): EDISI FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i01.6125

Abstract

Samarinda is a coal-producing city and is included in the mining area. It has a very large population, so mining workers are dominant in the province of East Kalimantan. This study uses quantitative and descriptive analysis methods. Individuals are rational actors, where each individual must have the nature of wanting to act to be able to compare the results and benefits of the things that are available. Individual decisions become the main thing when doing work. Ability and motivation must come before labor in carrying out work. In the problem of job satisfaction, there are factors that can motivate workers, including salary, working conditions, policies, international relations, and the quality of supervisors
PESAN DAKWAH DALAM CHANNEL YOUTUBE ‘MENJADI MANUSIA’ Tahir, Muhammad; -, Halimah
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 01 (2023): EDISI FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i01.6153

Abstract

Teknologi informasi terus mengalami kemajuan yang pesat dan memberikan banyak kemudahan bagi umat manusia. Penyampaian pesan dan informasi pun bisa disebarkan dengan mudah dan cepat melalui berbagai media yang bermunculan di zaman sekarang. Salah satu media yang dikemas menarik secara audio dan visualnya adalah platform Youtube. Melalui platform Youtube, penyampaian sebuah pesan bisa efektif bagi komunikator atau pemilik channel Youtube tersebut. Channel Youtube ‘Menjadi Manusia’ adalah pengguna yang aktif membagikan tayangan mengenai berbagai isu kesehatan mental yang juga sarat akan pesan dakwah. Salah satu video yang dibagikan channel tersebut adalah konten yang berjudul “Tentang Bersyukur Melalui Berbagi di Tengah Pandemi” yang diunggah pada bulan Desember 2020. Video berdurasi 5 menit 41 detik ini mengandung tiga kategori pesan dakwah dalam bidang akidah, syariah dan akhlak.
MAKNA PEYORATIF KESENIAN DIDONG JALU (STUDI SEMIOTIKA TERHADAP REKAMAN PENAMPILAN KESENIAN DIDONG JALU ANTARA GRUP ARITA MUDE MELAWAN GRUP JAYA DARMA) Subhan.AB, Subhan.AB; Harahap, Viana Safrida; -, Suknah
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 01 (2023): EDISI FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i01.6269

Abstract

Kesenian didong merupakan sebuah kesenian yang mempergunakan kata-kata indah dari seluruh alam, yang didendangkan oleh sekelompok orang yang berjumlah 30 orang. Di dalam kesenian didong ada pribahasa dalam bahasa Gayo, ”tengkahe dekat konae gep” yaitu sebuah kata yang sebenarnya diganti dengan istilah lain, misalnya menyiksa diganti dengan menebang kayu. Didong jalu merupakan pertunjukan dua grup pada sebuah panggung yang dilaksanakan satu malam suntuk. Dua grup ini saling berbalas pantun dan melontarkan teka-teki tentang realitas kehidupan sosial yang terjadi di masyarakat Gayo. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana makna peyoratif serta dalam bentuk bahasa apa saja makna peyoratif itu disampaikan dalam rekaman tersebut. Dalam penelitian ini memakai teori Semiotika Roland Barthes yaitu denotasi dan konotasi guna mengetahui dan menganalisis makna peyoratif dalam rekaman dan juga sebagai teori yang sesuai dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu pengamatan (observasi), dokumentasi serta menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, bahwa makna peyoratif dalam rekaman penampilan kesenian didong jalu ini disampaikan secara jelas dan langsung sebagai bentuk ejekan (olok-olokan), dalam bentuk bahasa verbal dan non verbal oleh kedua grup didong jalu dengan menggunakan proses komunikasi sirkular dalam perspektif interaksi, dan tidak lagi sesuai dengan pepatah Gayo mengenai didong “tengkahe dekat konae gep”.
ETIKA KOMUNIKASI ANTARA MAHASISWA DAN DOSEN DI APLIKASI WHATSAPP Rismawati, Rismawati; Patmawati, Patmawati; Qolby, Ikhwan Nuur; Sumarno, Sumarno
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 02 (2023): EDISI AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i02.6341

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial memudahkan siswa guna berbicara dengan guru melalui sosial media seperti WhatsApp. Melibatkan guru lewat WhatsApp dalam masalah akademik diperlukan untuk menjadikan hal ini umum bagi siswa. Namun siswa tidak mengimbanginya dengan mengamalkan etika yang baik dan benar. Ketika mahasiswa berbicara dengan dosen, mahasiswa terkadang menghubungi di luar jam dosen, gagal mengidentifikasi diri, menggunakan bahasa yang sulit dipahami dosen, dan memanfaatkan gaya penulisan yang tidak nyaman untuk dibaca. Dengan latar belakang masalah di atas, peneliti merumuskan masalah karya ini dengan dua cara, yaitu bagaimana siswa dan guru berpikir tentang etika komunikasi melalui media sosial. Dan bagaimana komunikasi antara mahasiswa dan dosen bekerja di jejaring sosial. Dari proses pengumpulan dan analisis data yang digunakan peneliti, hasil penelitian mengungkapkan bahwa mahasiswa terkadang tidak menerapkan etika komunikasi dengan standar etika komunikasi yang baik dalam berhubungan dengan dosen. Peneliti kemudian menganalisis pengetahuan sosial, atau kesadaran mental penulis, dalam pembentukan teks dan menemukan bahwa tidak ada masalah dalam percakapan mahasiswa dengan fakultas ketika tidak menggunakan ejaan yang diperpanjang, tetapi tetap mengutamakan tata krama dan tata krama saat mengirim pesan. ke fakultas dosen pengajar Mengenai hasil analisis konteks sosial teks atau keadaan masyarakat, mahasiswa harus memperhatikan dan mencermati standar etika komunikasi ketika berkirim pesan kepada dosen agar terjalin proses komunikasi.
STRATEGI PENGEMASAN DAKWAH PADA AKUN INSTRAGRAM @DAKWAH_CAMP Tri Saputra, Mohammad Rafinda; Sholihah, Yuni Nur; Yuana, Rinta; Sidik, Firman
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 02 (2023): EDISI AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i02.6715

Abstract

Berdakwah merupakan kegiatan yang selalu dilakukan oleh umat Islam secara sengaja maupun tidak sengaja. Seperti pengertian dari berdakwah adalah mengajak. Berdakwah sering kali diidentikkan dengan ulama, ustadz, atau para da’i. Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat kegiatan dakwah tidak lagi hanya dilakukan secara tatap muka tetapi bisa juga dilakukan secara daring. Hal ini sudah dibuktikan selama masa pandemi, di mana semua kegiatan dilakukan secara daring. Kegiatan dakwah dilakukan melalui media, salah satunya media sosial instagram sebagai sarana dakwah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi pengemasan dakwah pada akun instagram @dakwah_camp. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah POAC (planning, organizing, actuating, controlling). Hasil penelitian strategi pengemasan dakwah pada akun @dakwah_camp, walaupun tidak 100% menggunakannya, tetapi akun instagram @dakwah_camp sudah menerapkan sistem manajeman POAC itu sendiri dengan baik. Terbukti dengan konten-konten yang mereka buat tetap mempertahankan prinsip dan mengedepankan ide bersama.
MINAT PENGGUNA TIKTOK TERHADAP KONTEN DAKWAH SEJARAH (ANALISIS SWOT PADA AKUN ISLAMONPOINT) Permana, Gadang Satria; Rizqullah, Ardani Ade; -, Nurhalidah; Wijaya, Rama Aditya
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 02 (2023): EDISI AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i02.6719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat pengguna TikTok terhadap konten dakwah sejarah yang disajikan oleh akun IslamOnPoint menggunakan metode analisis SWOT. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode analisis deskriptif. Populasi sampel terdiri dari pengguna TikTok yang memiliki minat terhadap konten Islami dan konten sejarah, dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap konten dakwah sejarah, wawancara dengan pengguna TikTok yang merupakan pengikut akun IslamOnPoint, dan analisis SWOT berdasarkan data yang dikumpulkan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan akun IslamOnPoint terletak pada konten berfokus pada dakwah sejarah dan penggunaan format TikTok yang menarik. Kelemahan yang ditemukan meliputi keterbatasan durasi video dan persaingan dengan konten populer. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah tren peningkatan minat pada konten Islami dan kolaborasi dengan kreator populer. Ancaman yang dihadapi meliputi konten negatif atau tidak benar seputar Islam, perubahan algoritma TikTok, dan konten populer yang tidak sesuai dengan minat pengguna.
ANALISIS SWOT DAKWAH DI MEDIA SOSIAL (STUDI PADA PRAKTIKUM DAKWAH MAHASISWA UINSI SAMARINDA) Effendi, Berliani Az’Zahra; Supriyanto, Muhammad Yusuf; Putra, Rahmansyah; Akbar, Shafa’ Salsabila
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 02 (2023): EDISI AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i02.6724

Abstract

Dakwah sebagai media komunikasi umat Islam untuk menyampaikan pesan-pesan amar ma’ruf nahi munkar yang sesuai dengan syari’at tentu sudah menjadi hal yang tidak asing di masyarakat. Dakwah masa kini telah mengalami transformasi yang signifikan seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan zaman. Media sosial telah memberikan kesempatan baru bagi para da’i untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dan beragam. Tak dipungkiri trend berdakwah ini juga menimbulkan banyak tantangan yang dihadapi para da’i. Penulis tertarik meneliti tantangan dakwah di media sosial. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan dokumentasi. Dakwah di media sosial seperti Instagram dan TikTok menghadapi sejumlah tantangan, seperti kurangnya akuntabilitas sumber materi dakwah karena siapapun bisa memposting konten di platform tersebut. Untuk menyampaikan pesan dakwah di media sosial, da’i harus memastikan bahwa konten dakwah mereka didasarkan pada sumber yang otentik dan dapat dipercaya.

Page 1 of 4 | Total Record : 36