Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan mahasiswa terhadap peran da’i dalam aktualisasi dakwah di era siber, serta untuk memahami dampak teknologi digital terhadap praktik dakwah dan respons mahasiswa terhadap perubahan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk mengumpulkan data dari mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pandangan yang kritis dan konstruktif terhadap peran da’i, yang mereka anggap perlu menguasai teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan dakwah secara efektif. Mahasiswa menekankan pentingnya kehadiran da’i di platform digital dan kemampuan mereka untuk menyaring informasi yang valid untuk mengatasi maraknya hoaks yang dapat merusak reputasi dakwah Islam. Selain itu, mahasiswa juga melihat pentingnya moderasi dalam beragama dan pendekatan dakwah yang inklusif serta adaptif terhadap kebutuhan dan gaya komunikasi generasi milenial. Mereka berharap dakwah tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga mencakup isu-isu sosial yang relevan seperti keadilan sosial, kesetaraan gender, dan tanggung jawab lingkungan. Kesimpulannya, mahasiswa mengharapkan dakwah di era siber yang dinamis, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, serta yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan strategi dakwah yang lebih efektif di era digital, dengan menekankan pentingnya da’i untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga integritas dalam menyampaikan ajaran Islam.
Copyrights © 2025