Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi para khatib Jumat di Masjid Raya Darussalam Samarinda dengan menggunakan pendekatan retorika dakwah, yang mencakup tiga elemen utama: ethos, pathos, dan logos. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi langsung terhadap pelaksanaan khutbah serta wawancara mendalam dengan jamaah dan khatib. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi yang efektif sangat bergantung pada kredibilitas khatib (ethos), kemampuan menyentuh sisi emosional jamaah (pathos), dan ketajaman argumen serta logika penyampaian (logos). Khatib yang mampu menyampaikan khutbah dengan bahasa yang komunikatif, penuh empati, serta relevan dengan kondisi sosial jamaah, cenderung lebih diapresiasi dan berpengaruh dalam membentuk kesadaran keagamaan. Sebaliknya, khutbah yang monoton, tidak terstruktur, dan tidak menyentuh sisi emosional maupun logika jamaah kurang berdampak terhadap perubahan sikap dan pemahaman mereka. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan retorika dakwah bagi khatib serta evaluasi berkala oleh pengelola masjid untuk meningkatkan kualitas khutbah Jumat sebagai media dakwah yang strategis.
Copyrights © 2025