Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan pelayanan publik melalui penyusunan dan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Sekretariat Daerah Kota Cirebon. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal di Kota Cirebon masih menghadapi berbagai kendala, seperti pendataan yang belum optimal, perhitungan yang belum berbasis data aktual, perencanaan yang terbatas pada aspek anggaran, serta keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan. Analisis menggunakan teori kualitas jasa Lovelock (1992) mengidentifikasi bahwa dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy belum sepenuhnya terpenuhi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan penguatan sistem pendataan berbasis teknologi informasi, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, serta perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat. Penerapan Standar Pelayanan Minimal yang efektif diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pelayanan publik secara merata, mempercepat proses pelayanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal guna mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel di Kota Cirebon.
Copyrights © 2024