Tenun etis Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan estetika tinggi. Namun, pelestarian dan pengembangannya membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk penyuluh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi tenun etis dan menganalisis peran penyuluh dalam pengembangan usaha tersebut di Desa Bareng, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis skala Likert untuk mengukur keterlibatan penyuluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dalam kegiatan tenun etis masih tergolong rendah, dengan skor 30 yang berada dalam kategori "tidak berperan". Proses produksi juga belum terstandarisasi, ditunjukkan dengan skor 39. Minimnya peran penyuluh berdampak pada kualitas produksi, manajemen usaha, dan keterhubungan pasar. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas dan sinergi antara penyuluh, penenun, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung keberlanjutan usaha tenun etis di daerah tersebut.
Copyrights © 2025