Sebutan Anregurutta baru muncul kemudian populer di sekitar awal tahun 2007. Sebutan ini dinisbatkan pada seorang figur ulama yang diakui keilmuannya, dan telah banyak memberikan sumbangsih dakwah bagi perkembangan Islam di tanah Bugis Makassar. Oleh karena itulah, maka KH Abdul Muin Yusuf bagi generasi kini menyebutnya Anregurutta (mahaguru agama Islam) yang dihormati. Mengapa? Karena KH Abdul Muin Yusuf, selain ahli hukum perbandingan mazhab, beliau juga adalah seorang aktivis, baik di bidang politik dan dakwah. Beliau pernah menjadi anggota DPRD selama dua periode, menjadi ketua Majelis Ulama Sulawesi Selatan, penulis tafsir al-Quran dalam bahasa Lontara Bugis, pejuang kemerdekaan dan sempat bergabung dengan gerakan Darul Islam-Tentara Islam Indonesia (DI/TII) bersama Abdul Qahhar Mudzakkar. KH Abdul Muin Yusuf memang wajar dikenang dan ditulis sejarahnya sebagai pejuang dan pemikir, sehingga wajar jika dalam tulisan ini penulis tertarik mengangkatnya sebagaimana sebuah tema yang agak unik ini.Kata kunci: Anregurutta; Pesantren, Tafsir Al-Quran Lontara Bugis
Copyrights © 2011