Razaq, Abd Rahim
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KH ABD MUIN YUSUNF: PERJUANGAN, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA DI SULAWESI SELATAN Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol 2, No 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebutan Anregurutta baru muncul kemudian populer di sekitar awal tahun 2007. Sebutan ini dinisbatkan pada seorang figur ulama yang diakui keilmuannya, dan telah banyak memberikan sumbangsih dakwah bagi perkembangan Islam di tanah Bugis Makassar. Oleh karena itulah, maka KH Abdul Muin Yusuf bagi generasi kini menyebutnya Anregurutta (mahaguru agama Islam) yang dihormati. Mengapa? Karena KH Abdul Muin Yusuf, selain ahli hukum perbandingan mazhab, beliau juga adalah seorang aktivis, baik di bidang politik dan dakwah. Beliau pernah menjadi anggota DPRD selama dua periode, menjadi ketua Majelis Ulama Sulawesi Selatan, penulis tafsir al-Quran dalam bahasa Lontara Bugis, pejuang kemerdekaan dan sempat bergabung dengan gerakan Darul Islam-Tentara Islam Indonesia (DI/TII) bersama Abdul Qahhar Mudzakkar. KH Abdul Muin Yusuf memang wajar dikenang dan ditulis sejarahnya sebagai pejuang dan pemikir, sehingga wajar jika dalam tulisan ini penulis tertarik mengangkatnya sebagaimana sebuah tema yang agak unik ini.Kata kunci: Anregurutta; Pesantren, Tafsir Al-Quran Lontara Bugis
Motivasi Belajar Anak Dalam Rumah Tangga Menurut Pendidikan Islam Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 3 No. 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/wpmhcg03

Abstract

Motivasi belajar peserta didik, tidak perlu terpaku atau hanya cenderung pada satu teori motivasi saja. Karena pada dasarnya, teori-teori tersebut jika dihubungkan dengan manusia sebagai pribadi dalam kehidupan sehari-harinya, memiliki hubungan yang komplementer. Seringkali diketemukan di bidang pendidikan di mana guru mengalami kesulitan dalam merangsang gairah belajar peserta didiknya. Guru yang piawai dalam menerapkan metode pengarahan dan motivasi belajar di dalam kelas, akan cenderung lebih mudah untuk mengarahkan peserta didiknya untuk betah tinggal di dalam kelas dan mengikuti proses belajar mengajar, dibandingkan dengan guru yang kurang mampu menerapkan metode tersebut. Ditegaskan di sini bahwa pendidikan Islam itu suatu upaya membimbing mengarahkan dan membina peserta didik yang dilakukan secara sadar dan terencana agar terbina suatu kepribadian yang utama sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.Kata kunci: motivasi belajar; metode pengajaran; pendidikan Islam
Peradaban Islam di Nusantara: Kontinuitas, Perubahan, dan Warisan Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/h67tny69

Abstract

Artikel ini mengkaji perkembangan peradaban Islam di Nusantara dengan menekankan tiga aspek utama: kontinuitas, perubahan, dan warisan. Sejak masuknya Islam melalui jalur perdagangan, dakwah, dan jaringan ulama pada abad ke-13, proses Islamisasi tidak berlangsung secara revolusioner, melainkan melalui interaksi yang akomodatif dengan tradisi lokal, Hindu-Buddha, dan adat yang telah mapan. Kontinuitas peradaban Islam terlihat dalam bertahannya lembaga pendidikan Islam tradisional seperti pesantren di Jawa dan surau di Sumatera yang hingga kini masih memainkan peran penting dalam transmisi ilmu keislaman. Selain itu, praktik sosial keagamaan yang menekankan musyawarah, gotong royong, dan etika kolektif merupakan warisan berkelanjutan dari nilai-nilai Islam Nusantara. Perubahan dalam peradaban Islam tampak jelas pada era kolonialisme Eropa, ketika pendidikan Barat mulai menggeser sistem pendidikan tradisional. Namun, tantangan tersebut justru memunculkan gerakan pembaruan Islam dengan lahirnya organisasi seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang berusaha mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan modernitas. Pasca-kemerdekaan, Islam juga mengalami perubahan dalam peran politiknya, baik sebagai bagian dari gerakan kebangsaan maupun dalam merespons dinamika ideologi negara. Warisan peradaban Islam Nusantara dapat dijumpai dalam berbagai aspek, mulai dari arsitektur masjid, hukum adat yang bernafaskan syariat, karya sastra keagamaan, hingga nilai inklusivitas yang memperkuat identitas kebangsaan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan historis-analitis berdasarkan sumber primer dan sekunder, kajian ini menunjukkan bahwa peradaban Islam Nusantara memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter bangsa Indonesia yang pluralis, religius, dan berkeadaban, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan masyarakat di era kontemporer.
PENGAJARAN BAHASA DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 1 No. 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/s2ad8497

Abstract

Berbahasa adalah suatu kegatan yang dilakukan oleh manusia setiap saat sejak bangun dari tidur, bahkan kadang-kadang di waktu tidur atau mimpi. Sehingga berbahasa menjadi sesuatu yang normal dan alamiah. Bahasa-bahasa dunia ini memiliki ragam bentuk yang berbeda, bergantung pada perbedaan kelompok masyarakat pemakainya dalem berkomunikasi Banyaknya kelompok dalam masyarakat dunia menyebabkan munculnya berbagai jenis bahasa yang tersebar di pelosok dunia, termasuk di antaranya adalah Bahar Arab. Bahasa Arab selain memiliki arti agama, juga memiliki arti penting sebagai medium budaya dalam masyarakat muslim. Bahasa Arab dipakai oleh orang-orang yang hidup di Jazirah Arab, yang kemudian berpindah ke berbagai negara termasuk lndonesia. Kedudukan istimewa yang dimiliki oleh bahasa Arab di antara bahasa-bahasa lain di dunia karena ia berfungai sebagai bahasa al-Quran dan Hadis serta kitab-kitab agama Islam lainnya.Kata kunci: Bahasa Arab; Kebudayaan; Bahasa al-Quran
KH ABD MUIN YUSUNF: PERJUANGAN, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA DI SULAWESI SELATAN Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jb1mgz43

Abstract

Sebutan Anregurutta baru muncul kemudian populer di sekitar awal tahun 2007. Sebutan ini dinisbatkan pada seorang figur ulama yang diakui keilmuannya, dan telah banyak memberikan sumbangsih dakwah bagi perkembangan Islam di tanah Bugis Makassar. Oleh karena itulah, maka KH Abdul Muin Yusuf bagi generasi kini menyebutnya Anregurutta (mahaguru agama Islam) yang dihormati. Mengapa? Karena KH Abdul Muin Yusuf, selain ahli hukum perbandingan mazhab, beliau juga adalah seorang aktivis, baik di bidang politik dan dakwah. Beliau pernah menjadi anggota DPRD selama dua periode, menjadi ketua Majelis Ulama Sulawesi Selatan, penulis tafsir al-Quran dalam bahasa Lontara Bugis, pejuang kemerdekaan dan sempat bergabung dengan gerakan Darul Islam-Tentara Islam Indonesia (DI/TII) bersama Abdul Qahhar Mudzakkar. KH Abdul Muin Yusuf memang wajar dikenang dan ditulis sejarahnya sebagai pejuang dan pemikir, sehingga wajar jika dalam tulisan ini penulis tertarik mengangkatnya sebagaimana sebuah tema yang agak unik ini.Kata kunci: Anregurutta; Pesantren, Tafsir Al-Quran Lontara Bugis
Interaksi Pembelajaran Efektif untuk Mencapai Prestasi Tertentu Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 3 No. 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/wqzg6c68

Abstract

Pendidikan dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan individu berbeda. Pendidikan tidak hanya mencakup pengembangan intelektual saja, akan tetapi lebih ditekankan pada proses pembinaan kepribadian anak didik secara menyeluruh sehingga anak menjadi dewasa. Karena itu pendidikan pada dasarnya merupakan usaha manusia (pendidik) untuk dengan penuh tanggungjawab membimbing anak menjadi dewasa. Usaha sadar tersebut dilakukan dalam bentuk pembelajaran, di mana ada pendidik yang melayani para siswanya melakukan kegiatan belajar dan pendidik menilai atau mengukur tingkat keberhasilan siswa tersebut. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan, interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu, merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar mempunyai arti yang luas tidak sekadar hubungan guru dan siswa. Tetapi berupa interaksi edukatif berupa penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.Kata Kunci: interaksi edukatif, intelegensia, pembelajaran efektif
KESULTANAN ISLAM BUTON (TINJAUAN HISTORIS) Razaq, Abd Rahim
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran Islam berlangsung sangat cepat dalam lingkungan masyarakat Nusantara. Agama yang dibawa oleh para pedagang Arab ini lebih mudah diterima di kalangan masyarakat Nusantara. Buton termasuk yang menerima dampak Islamisasi di Nusantara. Islam sudah ada di Buton sejak tahun 933 H atau 1527 M. Dalam salah naskah kanturuna mohelana dijelaskan bahwa ada pertemuan antara Turki, Kompeni, Buton, Bone, dan Ternate pada 1 Muharam 872 H atau 1467 M. Salah satu tradisi masyarakat setempat mengatakan bahwa Islam masuk di Lasalimu dibawa oleh Sultan Ternate, Baabullah. Setelah Islam masuk ke Buton, penduduk pribumi kemudian mempelajari dasar-dasar dari agama tersebut. Beberapa orang diantara mereka belajar konsep Islam sampai tingkatan tassawuf. Para cerdik pandai Islam di kalangan masyarakat Buton kemudian berinisiatif untuk mengembangkan ajaran agama Islam di seluruh wilayah Buton. Hasilnya, masyarakat Buton, khususnya kalangan Istana, melaksanakan sistem pemerintahan dengan dilandasi paham “Martabat Tujuh”, bahkan menjadi ideologi negara dan setiap sultan wajib memahami ajaran agama Islam sampai pada tingkatan tarekat, karena hal tersebut menjadi salah satu prasyarat diangkatnya seseorang menjadi sultan atau perangkat kesultanan di Buton.Kata Kunci: Islam di Buton; Kesultanan Buton; Penyebaran Islam
PROFESIONALISME GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH Razaq, Abd Rahim; Fatmawati, Fatmawati
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat profesionalisme seorang guru dalam mengajarkan bahasa Arab di sekolah Madrasah tingkat Tsanawiyah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif analisis, penelitian dilakukan dengan observasi di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Datarang, di Kabupaten Gowa. Fokus utama dalam penelitian ini adalah menilai profesionalisme guru dalam proses pembelajaran bahasa Arab, khususnya di kelas VIII pada Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Datarang. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa profesionalisme guru dalam proses pembelajaran bahasa Arab, telah ditunjukkan dengan sangat baik dan profesional dalam menjalankan tugasnya selama proses belajar mengajar berlangsung. Proses belajar juga berlangsung sangat baik di mana guru mampu menciptakan suasana yang kondusif, sehingga siswa dapat mengikuti pelajaran dengan tenang dan mudah. Kata kunci: Madrasah Tsanawiyah; Pembelajaran Bahasa Arab; Profesionalisme guru
Sejarah Peradaban Islam dan Kontribusinya Terhadap Pendidikan Islam di Asia Tenggara Razaq, Abd Rahim
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas secara mendalam sejarah peradaban Islam di Asia Tenggara dan kontribusinya terhadap perkembangan pendidikan Islam. Proses islamisasi di kawasan ini berlangsung sejak abad ke-13, ditandai oleh interaksi perdagangan maritim internasional, dakwah para ulama, serta peran penting jaringan sufi yang mampu mengadaptasikan ajaran Islam dengan tradisi lokal. Pola islamisasi yang damai dan akulturatif tersebut tidak hanya memperkuat kehadiran Islam secara religius, tetapi juga melahirkan peradaban baru dengan ciri khas Asia Tenggara. Salah satu wujud nyata kontribusi peradaban Islam di kawasan ini adalah lahirnya sistem pendidikan Islam. Pendidikan berfungsi sebagai sarana transmisi ilmu-ilmu keagamaan, media penguatan identitas, serta instrumen pembinaan moral masyarakat. Pada fase awal, pendidikan Islam diwujudkan melalui lembaga tradisional seperti surau, pesantren, dan halaqah di masjid. Lembaga-lembaga ini tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, fiqh, tauhid, dan tasawuf, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya Islam yang membentuk pola pikir masyarakat Muslim. Perkembangan pendidikan Islam semakin kuat pada era kesultanan Islam di Malaka, Aceh, Demak, hingga Ternate-Tidore, di mana ulama lokal dan internasional bekerja sama membangun pusat-pusat keilmuan. Pada masa kolonialisme, pendidikan Islam menghadapi tantangan besar karena sistem pendidikan sekuler kolonial lebih dominan. Namun, kondisi ini justru mendorong lahirnya reformasi pendidikan Islam dengan berdirinya madrasah modern dan organisasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Pasca-kemerdekaan, pendidikan Islam di Asia Tenggara mengalami transformasi signifikan melalui pendirian perguruan tinggi Islam seperti IAIN/UIN di Indonesia dan IIUM di Malaysia. Institusi-institusi ini tidak hanya melestarikan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menjawab tantangan modernitas dengan mengembangkan kajian multidisipliner. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peradaban Islam di Asia Tenggara memberikan kontribusi fundamental terhadap pendidikan Islam yang adaptif, progresif, dan relevan dalam membangun masyarakat Muslim yang berilmu dan berperadaban global.