Depresi merupakan masalah yang cukup banyak terjadi pada lansia. Masalah medis, gangguan kognitif, serta faktor lingkungan berkontribusi terhadap terjadinya depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kejadian depresi pada lansia di sasana tresna werdha serta faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan design studi cross-sectional. Data penelitian merupakan data sekunder yang diambil dari catatan pengkajian keperawatan pada 101 lansia pada salah satu sasana tresna werdha yang dikelola oleh pemerintah Jakarta. Data yang digunakan mencakup karakteristik sosiodemografi, depresi, serta beberapa faktor kemungkinan yang berhubungan dengan depresi. Hubungan antara karakteristik lansia dan depresi dianalisa dengan menggunakan Pearson Correlation Test. Uji statistic dengan menggunakan IBM SPSS versi 24.0 (IBM, Armonk, NY, USA). Hasil penelitian menunjukan bahwa 74 (73,27%) lansia kemungkinan depresi, dan 27 lansia (26,73%) mengalami depresi. Jenis kelamin (p-value=0,001) dan usia (p-value=0,003) merupakan faktor yang berhubungan dengan status depresi. Sementara, KATZ index, gangguan ROM, adanya teman berbicara, keterlibatan dalam, keterlibatan dalam olahraga, serta kebiasaan ibadah tidak memiliki hubungan dengan depresi lansia. Dapat disimpulkan bahwa lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami depresi. Depresi pada lansia juga ditentukan oleh faktor lingkungan dan sosial. Diperlukan penelitian kualitatif untuk dapat mendapatkan informasi yang lebih kaya terkait hal ini.
Copyrights © 2025