Jurnal Fatwa Hukum
Vol 8, No 3 (2025): E-Jurnal Fatwa Hukum

WANPRESTASI PEMBELI TERHADAP PEMILIK TOKO SELEMPANGKU DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK DI KOTA PONTIANAK

NIM. A1011211276, DHEA APRIANTI (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Sep 2025

Abstract

Abstract A sales and purchase agreement is one of the most common forms of contractual obligations in economic activity. One implementation is the buy-sell system, widely used by small businesses, such as Toko Selempangku in Pontianak City. However, in practice, buyers often default on their obligations, either through late payments, unilateral cancellations, or rejection of ordered goods. These issues not only harm the seller but also create legal uncertainty in sales and purchase transactions. Based on this, this study focuses on examining the forms of buyer default against the owner of Toko Selempangku. Therefore, the author formulates the research problem as follows: "What are the forms of buyer default against the owner of Toko Selempangku in sales and purchase agreements in Pontianak City?" The research method used is an empirical legal research method with a descriptive approach. This research was conducted through interviews, questionnaires, and literature review. Data were collected through direct communication with the shop owner and indirect communication with the buyer. The data was then analyzed qualitatively to reveal the patterns and impacts of these breaches of contract within the context of contract law. The results showed that the dominant forms of breaches of contract included failure to pay in full as agreed, unilateral cancellation of orders, and delayed delivery of goods. Factors contributing to breaches included negligence, financial inability, and a lack of understanding of the terms of the agreement. Legally, these actions constitute violations of Articles 1239 and 1243 of the Civil Code, which result in the seller having the right to demand fulfillment of the agreement or compensation. Resolution efforts were undertaken through family consultation in accordance with the written agreement and the retention of collateral until payment is made. Keywords: Default, Sale and Purchase Agreement, Buyer, Selempangku Shop, Civil Law, Pontianak City. Abstrak Perjanjian jual beli merupakan salah satu bentuk perikatan yang paling sering terjadi dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu bentuk implementasinya adalah sistem jual beli pesanan yang banyak dilakukan oleh pelaku usaha kecil, seperti Toko Selempangku di Kota Pontianak. Namun, dalam praktiknya kerap terjadi wanprestasi oleh pembeli yang tidak memenuhi kewajibannya, baik dalam bentuk keterlambatan pembayaran, pembatalan sepihak, maupun penolakan terhadap barang yang telah dipesan. Permasalahan ini tidak hanya merugikan pihak penjual, tetapi juga menimbulkan ketidakpastian hukum dalam transaksi jual beli. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk mengkaji bentuk wanprestasi pembeli terhadap pemilik Toko Selempangku. Dengan demikian, penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut "Apa bentuk wanprestasi pembeli terhadap pemilik Toko Selempangku dalam perjanjian jual beli barang di Kota Pontianak?". Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif berdasarkan penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui wawancara, kuesioner dan data kepustakaan. Data yang di peroleh melalui teknuk pengumpulan data dengan teknik komunikasi langsung dengan pemilik toko dan teknik komunikasi tidak langsung dengan pembeli. Data kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mengungkapkan pola dan dampak wanprestasi tesebut dalam konteks hukum perjanjian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk wanprestasi yang dominan meliputi tidak membayar lunas sesuai perjanjian, pembatalan sepihak pesanan, dan pengambilan barang yang tertunda. Faktor penyebab wanprestasi antara lain kelalaian, ketidakmampuan finansial, serta kurangnya pemahaman terhadap isi perjanjian. Secara hukum, tindakan ini merupakan pelanggaran Pasal 1239 dan 1243 KUH Perdata, yang menimbulkan akibat hukum berupa hak bagi penjual untuk menuntut pemenuhan perjanjian atau ganti rugi. Upaya penyelesaian yang dilakukan bersifat musyawarah keluarga sesuai kesepakatan tertulis dan penahanan barang jaminan hingga pelunasan dilakukan. Kata Kunci: Wanprestasi, Perjanjian Jual Beli, Pembeli, Toko Selempangku, Hukum Perdata, Kota Pontianak.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...