Abstract This study examines legal protection for consumers using laundry services in Kubu Raya Regency. In practice, consumers often suffer losses due to the negligence of business operators, such as damaged or lost clothing or services that do not meet agreements. This situation highlights an imbalance in the legal relationship between consumers as the weaker party and business operators as service providers. This study aims to analyze the existing legal protection mechanisms, identify challenges faced, and provide recommendations to enhance legal protection for laundry service consumers. This research employs a normative juridical method with a statutory and case study approach. Data were obtained through literature studies, interviews with consumers and business operators, and surveys conducted in the study area. The analysis focuses on Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection, emphasizing consumer rights, business operators' responsibilities, and legal remedies available to consumers in cases of loss. The results show that preventive legal protection can be implemented through the drafting of written agreements between business operators and consumers, education on consumer rights, and active supervision by relevant agencies. Curative legal protection involves dispute resolution through mediation, compensation, and legal action if mediation fails to reach an agreement. However, this study identified several challenges, such as low consumer awareness of their rights, limited knowledge of business operators about their legal obligations, and weak oversight by local governments. To address these challenges, the study recommends strengthening consumer protection regulations, increasing education for consumers and business operators, optimizing mediation mechanisms, and establishing a specialized supervisory body for the laundry service sector. Additionally, local governments are expected to play an active role in ensuring quality service standards in this sector. This study provides significant contributions to understanding consumer legal protection in the laundry service sector and offers strategic steps to create a more balanced and fair relationship between consumers and business operators. Effective legal protection is expected to enable consumers to receive safe and quality services, while business operators can conduct their business responsibly. Keywords: Legal protection, consumers, laundry services, negligence, mediation, Kubu Raya Regency Abstrak Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap konsumen dalam penggunaan jasa laundry di Kabupaten Kubu Raya. Dalam praktiknya, konsumen sering menghadapi kerugian akibat kelalaian pelaku usaha, seperti pakaian yang rusak, hilang, atau hasil layanan yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam hubungan hukum antara konsumen sebagai pihak yang lemah dan pelaku usaha sebagai penyedia layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme perlindungan hukum yang ada, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan perlindungan hukum bagi konsumen jasa laundry. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Data diperoleh melalui studi pustaka, wawancara dengan konsumen dan pelaku usaha, serta survei yang dilakukan di wilayah penelitian. Analisis dilakukan terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan fokus pada hak-hak konsumen, tanggung jawab pelaku usaha, serta upaya hukum yang dapat ditempuh konsumen ketika terjadi kerugian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum preventif dapat dilakukan melalui penyusunan perjanjian tertulis antara pelaku usaha dan konsumen, edukasi mengenai hak-hak konsumen, serta pengawasan aktif oleh instansi terkait. Perlindungan hukum kuratif melibatkan penyelesaian sengketa melalui mediasi, pemberian kompensasi, dan langkah hukum apabila mediasi tidak mencapai kesepakatan. Namun, penelitian ini menemukan beberapa kendala, seperti rendahnya kesadaran konsumen terhadap hak-hak mereka, kurangnya pengetahuan pelaku usaha tentang kewajiban hukum, dan lemahnya pengawasan oleh pemerintah daerah. Untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi perlindungan konsumen, peningkatan edukasi bagi konsumen dan pelaku usaha, optimalisasi mekanisme mediasi, serta pembentukan lembaga pengawas khusus di sektor jasa laundry. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memainkan peran aktif dalam memastikan standar pelayanan yang berkualitas di sektor ini. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami perlindungan hukum konsumen di sektor jasa laundry, serta menawarkan langkah-langkah strategis untuk menciptakan hubungan yang lebih seimbang dan adil antara konsumen dan pelaku usaha. Dengan adanya perlindungan hukum yang efektif, diharapkan konsumen dapat memperoleh layanan yang aman dan berkualitas, sementara pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan bisnisnya secara bertanggung jawab. Kata Kunci: Perlindungan hukum, konsumen, jasa laundry, kelalaian, mediasi, Kabupaten Kubu Raya
Copyrights © 2025