Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cerpen Pelajaran Sejarah karya Seno Gumira Ajidarma sebagai sumber sejarah alternatif yang merepresentasikan kekerasan politik di Timor Timur pada masa Orde Baru. Metode yang digunakan adalah analisis teks dengan pendekatan mimetik dan new historicism, yang menelaah karya sastra sebagai refleksi realitas historis sekaligus konstruksi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen tersebut mengandung fakta sejarah tersembunyi melalui penggunaan simbolisme dan satire sebagai kritik sosial terhadap kekerasan negara yang tidak terungkap dalam dokumen resmi. Karya sastra berperan sebagai counter-memory, memperkaya perspektif historis dengan dimensi emosional dan sosial, sehingga sastra dapat dijadikan medium penting dalam rekonstruksi trauma kolektif dan pemahaman sejarah yang lebih humanistik
Copyrights © 2025