Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan kelainan motorik yang banyak ditemukan pada anak-anak dan kejadiannya semakin tinggi setiap tahunnya. Di Indonesia, jumlah anak usia sekolah, yaitu 5 - 14 tahun, ada sebanyak 42,8 juta jiwa. Jika mengikuti perkiraan tersebut, maka diperkirakan ada kurang lebih 4,2 juta anak Indonesia yang berkebutuhan khusus. Pada umunya mempunyai anak berkebutuhan khusus membebani secara fisik, mental sosial, dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekplorasi secara mendalam penerimaan diri ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Metode penilitian menggunakan menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus yang diambil dengan menggunakan metode criterion sampling di pilih oleh peneliti. Data dianalisa dengan menerapkan teknik Collaizi. Tema yang teridentifikasi terkait penerimaan diri ibu dengan anak berkebutuhan khusus berjumlah 7 tema, yaitu 1) Persepsi ibu tentang penyebab anak berkebutuhan khusus, 2) upaya mencari pertolongan terhadap masalah anak berkebutuhan khusus, 3) perkembangan kesehatan anak berkebutuhan khusus, 4) Perilaku Adaptif ibu selama merawat anak berkebutuhan khusus, 5) Bentuk dan sumber dukungan yang diperoleh ibu selama merawat anak berkebutuhan khusus, 6) bentuk dan sumber hambatan yang di temui ibu selama merawat anak berkebutuhan khusus, 7) Penerimaan diri ibu memiliki anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan perawat anak dalam memberikan dukungan bagi Ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK)
Copyrights © 2021