Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar pada perilaku konsumen, sehingga mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk melakukan strategi adaptasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi adaptasi UMKM terhadap perubahan tren konsumen di era digital dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus pada UMKM sektor makanan, fesyen, dan kerajinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik tematik untuk menemukan pola strategi adaptasi yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM menerapkan tiga strategi utama, yaitu strategi pemasaran digital dengan memanfaatkan media sosial, e-commerce, dan kolaborasi dengan influencer lokal untuk memperluas jangkauan konsumen; strategi inovasi produk dengan menyesuaikan kualitas, desain, dan kemasan sesuai preferensi konsumen yang mengutamakan kepraktisan, estetika, serta keberlanjutan; dan strategi pelayanan berbasis teknologi dengan memanfaatkan aplikasi pesan-antar, sistem pembayaran digital, serta komunikasi interaktif dengan pelanggan. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan berbagai tantangan seperti keterbatasan literasi digital, biaya promosi yang relatif tinggi, serta inkonsistensi dalam pemanfaatan platform digital. Implikasi dari temuan ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas digital, akses permodalan, dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah maupun lembaga pendukung menjadi faktor penting agar UMKM dapat beradaptasi secara optimal. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi teoretis dalam kajian manajemen UMKM sekaligus rekomendasi praktis bagi pelaku usaha dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi dinamika konsumen di era digital.
Copyrights © 2025