ini bertujuan untuk menggali makna jaringan sosial dalam keberlanjutan usaha mikro di pasar tradisional dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Usaha mikro di pasar tradisional menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan modal, akses pasar yang terbatas, serta ketidakpastian persaingan, sehingga keberadaan jaringan sosial dianggap sebagai modal penting untuk bertahan dan berkembang. Jaringan sosial di sini dipahami sebagai hubungan antar pelaku pasar, baik antara pedagang dengan pedagang, pedagang dengan pemasok, maupun pedagang dengan konsumen yang terbentuk melalui interaksi sehari-hari dan nilai-nilai sosial budaya yang mengikat. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan tujuan memahami secara mendalam pengalaman subjektif para pelaku usaha mikro dalam membangun, memelihara, dan memanfaatkan jaringan sosial untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang terkait dengan aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menekankan pada proses reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan yang bersifat interpretatif. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran jaringan sosial tidak hanya sebagai sarana pertukaran informasi dan dukungan ekonomi, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang menjaga kepercayaan, solidaritas, dan keberlanjutan usaha mikro di pasar tradisional. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai keberlangsungan usaha mikro berbasis kearifan lokal serta memberikan rekomendasi kebijakan bagi penguatan pasar tradisional di Indonesia.
Copyrights © 2025