Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika relasi sosial yang terbentuk dalam praktik pola bagi hasil pertanian, yang masih menjadi sistem dominan di pedesaan Indonesia dalam mengatur hubungan antara pemilik lahan dan penggarap. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana pola interaksi, negosiasi, dan bentuk solidaritas sosial terbangun dalam mekanisme pembagian hasil pertanian, serta bagaimana relasi tersebut memengaruhi keberlangsungan sistem agraris tradisional di tengah arus modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi untuk menggali pengalaman langsung para pelaku bagi hasil. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik guna menemukan makna di balik hubungan sosial-ekonomi yang terjalin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola bagi hasil tidak hanya berdimensi ekonomi, tetapi juga sarat dengan nilai sosial seperti rasa saling percaya, tanggung jawab, dan ikatan kekerabatan yang memperkuat kohesi sosial masyarakat desa. Namun, dinamika ini tidak lepas dari ketegangan, seperti adanya perbedaan kepentingan dalam proporsi pembagian hasil maupun ketidaksetaraan posisi tawar antara pemilik lahan dan penggarap. Studi ini menegaskan bahwa pola bagi hasil berfungsi ganda sebagai mekanisme ekonomi sekaligus pranata sosial yang menjaga keseimbangan relasi masyarakat agraris, meskipun tetap memerlukan adaptasi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan kebijakan agraria yang berkembang
Copyrights © 2025