Pasar saham syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi berbasis prinsip Islam. Namun demikian, harga saham syariah bersifat fluktuatif sehingga untuk melakukan prediksi harga saham menjadi sebuah tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa model GARCH, LSTM, dan model hybrid GARCH–LSTM dalam memprediksi harga saham. Data yang digunakan adalah data harga saham syariah dari Jakarta Islamic Index (JII) yaitu salah satu indeks saham yang ada di Indonesia yang menghitung index harga rata-rata saham untuk jenis saham-saham yang memenuhi kriteria syariah. Data diambil dalam periode 5 tahun sejak 1 September 2019 hingga 31 Agustus 2025. Evaluasi model berdasarkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE), model hybrid menunjukkan performa terbaik dengan RMSE sebesar 6.85 dan MAPE 1.10%, jauh lebih rendah dibandingkan model GARCH (RMSE 41.45; MAPE 6.79%) maupun LSTM (RMSE 39.81; MAPE 6.67%). Hal ini menunjukkan bahwa integrasi volatilitas dari GARCH ke dalam struktur pembelajaran LSTM secara signifikan meningkatkan akurasi dan stabilitas hasil prediksi. Model hybrid berhasil mengatasi kelemahan masing-masing model tunggal, dengan menggabungkan kemampuan GARCH dalam menangkap volatilitas serta keunggulan LSTM dalam mempelajari pola non-linear dan jangka panjang.
Copyrights © 2025