Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan resmi memiliki dua bentuk utama, yaitu bahasa baku dan non-baku, yang digunakan dalam ranah akademis maupun sosial. Penelitian kecil ini dilakukan pada mahasiswa Kelas A Program Studi Pendidikan Tata Busana Stambuk 2024 untuk mengidentifikasi pandangan mereka terkait penggunaan kedua bentuk bahasa tersebut dalam perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memandang bahasa baku penting untuk mencerminkan profesionalisme, sopan santun, serta menjaga kejelasan komunikasi akademik, khususnya dalam interaksi dengan dosen. Sementara itu, bahasa non-baku dipandang bermanfaat untuk membangun suasana yang lebih santai, akrab, dan mempererat hubungan antarmahasiswa. Beberapa mahasiswa juga menekankan pentingnya keseimbangan penggunaan bahasa baku dan non-baku sesuai konteks dan lawan bicara. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa menyadari fungsi pragmatis dan sosial dari kedua bentuk bahasa tersebut. Penggunaan bahasa baku dan non-baku secara tepat diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi akademik sekaligus melestarikan kekayaan bahasa Indonesia.
Copyrights © 2025