Permasalahan utama yang dihadapi oleh usaha mikro tempe Mentega 511 adalah produksi yang masih manual, membatasi kapasitas harian hanya 50 kg kedelai, padahal permintaan pasar mencapai 80-100 kg per hari. Proses pengupasan kulit ari kedelai yang dilakukan secara manual menjadi kendala utama karena memakan banyak waktu dan tenaga. Selain itu, usaha ini juga memiliki masalah dengan kemasan yang kurang menarik dan belum memanfaatkan pemasaran digital. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi diterapkan: penggunaan teknologi mesin pemecah, pengupas, dan pemisah kulit ari kedelai, pendampingan untuk legalitas usaha, desain kemasan yang lebih menarik, dan pelatihan pemasaran online. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi produksi, menambah daya tarik produk, dan memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi dengan penerapan teknologi. Pemasaran digital juga membuka pintu ke pasar yang lebih luas, menciptakan permintaan, dan membantu usaha ini berkembang. Kombinasi inovasi alat produksi dan strategi pemasaran digital tidak hanya membantu usaha mikro bertahan, tetapi juga berkembang pesat dan bersaing di pasar modern
Copyrights © 2025