Pada masa digitalisasi saat ini, sistem penunjuk arah digital pada bangunan gedung maupun landscape suatu wilayah sangatlah penting bagi pengguna atau pengunjung. Dengan proses integrasi Building Information Modeling (BIM) dan Augmented Reality (AR) diharapkan dapat membuat sistem penunjuk arah atau wayfinding system di Gedung Kampus Politeknik Astra yang dapat diakses menggunakan smartphone dengan scan barcode. Penerapan Building Information Modeling (BIM) menggunakan software Autodesk Revit 2023 untuk membuat desain bangunan gedung maupun landscape, penerapan Augmented Reality (AR) menggunakan software Unity Real-Time Development Platform untuk memberikan informasi jalur pathfinding, dan untuk penerapan integrasi menggunakan software SimLab Composer untuk mengintegrasikan desain model BIM dan AR. Output yang dihasilkan adalah aplikasi wayfinding system yang memberikan manfaat kemudahan akses informasi ruangan dan lokasi yang dituju, sistem ini dapat diakses menggunakan smartphone dengan scan barcode. Hasil perbandingan harga didapat nilai penghematan atau NQI pada tahun pertama adalah Rp 289.728.555 atau 89% dari total pengeluaran sebesar 325.989.360. Sedangkan untuk nilai NQI pada tahun kedua dan seterusnya adalah Rp 18.989.360 atau 100% dari total pengeluaran sebesar Rp 18.989.360.
Copyrights © 2024