Potensi kenaikan kebutuhan listrik di Indonesia pada tahun 2023 menjadi hal yang mengkahawatirkan dan memungkinkan terjadinya krisis energi. Upaya yang dilakukan meliputi penemuan sumber energi terbarukan, pengembangan peralatan dengan konsumsi energi rendah, dan peningkatan efisiensi energi. Aktivitas sederhanda yang dapat dilakukan seperti menggunakan sistem pencahayaan buatan dengan tepat dan bijak. Touch-up line merupakan salah satu area produksi yang berfungsi sebagai area untuk perbaikan hasil warna mobil. Pada Touch-Up line terdapat 1048 lampu dengan lux yang dihasilkan melebihi standar, Efisiensi sistem pencahayaan dilakukan guna mencapai kebutuhan jumlah lampu yang optimal, dengan mempertimbangkan efisiensi energi dan kualitas pencahayaan yang diperlukan dalam lingkungan kerja. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif. Penelitian ini membandingkan intensitas energi, emisi karbon, dan biaya terhadap jumlah lampu. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, lampu pada Touch-Up Line sebelumnya terdapat 1048 lampu dapat diefisiensikan 51,9 % menjadi 504 lampu. Besar IKE pada kondisi setelah perhitungan lebih efisien 51,61 % jika dibandingkan dengan kondisi eksisting yaitu 150 kwh/m2/tahun, sehingga emisi karbon yang dihasilkan pun lebih sedikit dibandingkan kondisi eksisting yaitu sebesar 35,235 ton CO2.
Copyrights © 2024