Pawitra Komunika: Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora
Vol 3 No 2 (2022): Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2, Desember 2022

REPRESENTASI PROSES INTERAKSI SOSIAL DALAM FILM AIR MATA DI LADANG TEBU (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)

Ferry Indra (Unknown)
Rakhmad Saiful Ramadhani (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2022

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah analisis yang dilakukan pada film “Air Mata di Ladang Tebu”. Alasan peneliti menganalisis filmuAiryMatayidiuiLadang Tebu adalah karena film ini mengangkat sejarah politik,  filmuiniidibuatyiberdasarkanuiperistiwauikepulangan tahananipolitikidiiPulauiBuru. Yang dimana tidak ada satupun solusi secara hukum, dalamikonteksinegara, perihaliperistiwaiitu (tahananiPulauiBuru). Film iniimecoba untukumerekonstruksiikembaliibagaimana seharusnya menyikapiidanimelakukan rekonsiliasiiterhadapitahanan politik. Seperti merekaiyang pernahidibuangidi Pulau Buru. AdaurekomendasiidariuKomnasiHAM tentang rekonsiliasi. Tapiikitaitidak pernahimengerti bagaimanairekonsiliasiiitu harus dijalankan. Pulau Buru baru ditempati oleh tahanan politik PKI pada tahun 1969, setelah sebelumnya ditahan di Nusa Kambangan. Mereka dibuang ke Pulau Buru lantaran Nusa Kambangan tak sanggup menampung ribuan tahanan politik. Selain karena penjara yang sempit, alasan pembuangan tersebut juga didasari oleh program pemerintah, yakni keputusan Presiden Soeharto No.16 Tahun 1969. Representasi proses interaksi sosial dalam film Air Mata di Ladang Tebu menggunakanumetodeukualitatif danuanalisis semiotika CharlesiSandersiPierce sebagaiupendekatannya. Hasil penelitian representasi makna dalam film Air Mata di Ladang Tebu menghasilkan cerita yang membentuk sebuah realitas yang dikonstruksi terkait sebuah situasi yang dihadapi seorang tahanan politik sekembalinya tokoh tersebut ke kampung halamannya. Dalam situasi tersebut, juga terkandung contoh perilaku yang ditunjukkan oleh sahabat dari tokoh utama yang bersikap hangat dan menerima kepulangan tokoh utama di desanya dengan tangan terbuka. Sejarah singkat yang melatarbelakangi kisah dalam film ini dan kondisi tokoh utamanya merupakan “Framing” atau proses pembingkaian yang dibentuk oleh penulis dan sutradara, sehingga penonton dapat menyerap dan memaknai pengaruh yang muncul dari salah satu peristiwa penting dalam sejarah di Indonesia.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

pawitrakomunika

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Ilmiah “Pawitra Komunika” ini terbit setahun dua kali, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Ilmiah “Pawitra Komunika” ini memuat tulisan hasil penelitian, tinjauan teoritik/konseptual, serta kajian kritis menyangkut fenomena komunikasi dan sosial humaniora. Tujuan penerbitan ...