Penelitian ini menganalisis bagaimana JawaPos Radar Mojokerto membingkai pemberitaan Pilkada Mojokerto 2024 melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough. Fokus utama penelitian adalah pada penggunaan wacana keagamaan sebagai alat legitimasi politik oleh salah satu pasangan calon, terutama Gus Barra. Dengan menganalisis enam teks berita, ditemukan bahwa media menonjolkan citra religius kandidat melalui pilihan bahasa, simbol, dan kutipan dari tokoh agama, serta memberikan porsi pemberitaan yang tidak seimbang. Pemberitaan tersebut tidak hanya merepresentasikan fakta, tetapi juga mereproduksi nilai ideologis dan memperkuat dominasi politik berbasis identitas religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media lokal berperan aktif dalam membentuk opini publik dan tidak sepenuhnya netral. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kritis dari masyarakat serta komitmen media untuk menjaga etika jurnalistik dan keberimbangan informasi dalam proses demokrasi lokal.
Copyrights © 2025