Sleman menduduki peringkat pertama kasus penyalahgunaan Narkoba di DIY. Faktor predisposisiadalah keinginan untuk sembuh dari NAPZA yang muncul dari diri sendiri. Panti rehabilitasi menjadisalah satu fasilitas yang termasuk dalam faktor pendorong. Kedua faktor tersebut tidak akan berjalanmaksimal bila tidak ada faktor penguat yaitu dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini yaitu untukmelihat hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi untuk sembuh penyalahguna NAPZA diPanti Rehabilitasi Yayasan Indocharis Sleman. Jenis penelitian ini adalah analitik obeservasionaldengan metode cross sectional. Pengumpulan data menggunakan data primer yaitu kuesioner. Sampelpenelitian sebanyak 53 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat.Confident Interval (CI) dari dukungan keluarga sebesar 0,338–1,943, dukungan teman sebesar 0,693–3,332 dan dukungan petugas rehabilitasi sebesar 0,223–1,324. Pvalue dari variabel dukungan keluarga,dukungan teman dan dukungan petugas rehabilitasi berturut-turut yaitu 0,865, 0,265 dan 0,336. Haltersebut berarti Hipotesis alternatif ditolak. Dukungan keluarga dan dukungan teman bukan merupakanfaktor risiko (RP=0,810 dan 0,543). Penyalahguna NAPZA dengan dukungan petugas rehabilitasirendah berisiko 1,519 kali memiliki motivasi sembuh yang rendah dibandingkan dengan peyalahgunaNAPZA dengan dukungan petugas rehabilitasi tinggi (RP 1,519). Kesimpulannya tidak ada hubunganyang signifikan secara statistik antara dukungan keluarga, dukungan teman dan dukungan petugasrehabilitasi terhadap motivasi untuk sembuh penyalahguna NAPZA di Panti Rehabilitasi YayasanIndocharis Sleman.
Copyrights © 2023