Artikel ini bertujuan mengkaji pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang berbasis Game Based Learning (GBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematika peserta didik. Melalui analisis berbagai artikel jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 hingga 6 yang diterbitkan pada periode 2020-2024, ditemukan bahwa penerapan PBL dan GBL, baik secara terpisah maupun terintegrasi, memberikan dampak positif yang konsisten terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi siswa di jenjang sekolah dasar dan menengah. PBL menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional seperti Discovery Learning dan Problem Solving karena mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, memperkuat kolaborasi dalam kelompok, serta mengarahkan siswa untuk menyelesaikan masalah autentik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, GBL yang meliputi permainan digital maupun tradisional berhasil meningkatkan motivasi belajar, minat, serta pemahaman konsep melalui suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Studi literatur juga menegaskan bahwa integrasi PBL dan GBL merupakan inovasi pembelajaran yang sangat direkomendasikan untuk mengoptimalkan pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika. Temuan ini memperkuat rekomendasi agar PBL diimplementasikan secara luas dalam proses pembelajaran matematika sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era abad ke-21. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dalam arti pasif tetapi juga mengembangkan kemampuannya dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara kreatif dan mandiri, sehingga mereka lebih mampu menghadapi tantangan dunia nyata.
Copyrights © 2025