Mitral Regurgitation (MR) terjadi ketika adanya kebocoran pada katup mitral, yaitu katup yang terletak di bagian kiri jantung sehingga menyebabkan aliran balik darah dari ventrikel kiri ke atrium kiri jantung sehingga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dampaknya yaitu dapat menyebabkan menurunnya suplai nutrisi dan oksigen ke jaringan sehingga pasien dengan regurgitasi mitral mengalami gangguan kebutuhan dasar menurut Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, terutama oksigenasi, nutrisi, dan aktivitas. Salah satu penatalaksanaan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan manajemen energi yaitu dengan latihan ROM. Tujuan dari laporan kasus ini yaitu untuk mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap penurunan tingkat kelelahan pada anak dengan regurgitasi mitral. Metode yang digunakan pada laporan kasus ini yaitu deskriptif dari hasil observasi dan wawancara kepada pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan asuhan keperawatan yang komprehensif. Subjek penelitian pada studi kasus ini satu pasien anak dengan regurgitasi mitral. Hasil: Dari hasil pengkajian dan pemeriksaan fisik didapatkan data bahwa pasien lemas, sesak napas ketika aktivitas berlebih, dan ketidaknyamanan saat beraktivitas. Diagnosis keperawatan utama adalah intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Berdasarkan hasil implementasi keperawatan selama 3x24 jam, intoleransi aktivitas teratasi sesuai target dengan latihan ROM aktif asistif setiap pagi dan sore. Kesimpulan: Latihan ROM terbukti efektif untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan kemampuan manajemen energi pada pasien dengan regurgitasi mitral.
Copyrights © 2025