Pendahuluan: Kegagalan menyusui dini pada bayi baru lahir usia 0-6 bulan, dan riwayat bayi berat badan lahir rendah dapat menyebabkan stunting. Kondisi ini diperlukan kajian problem solve yang tepat untuk mencegah kejadian stunting. Tujuan: Menganalisis hubungan kegagalan pemberian ASI secara eksklusif dan riwayat anak lahir dengan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan survei cross-sectional study. Populasi yaitu balita usia 6-24 bulan. Sampel sebanyak 841 anak, sampel sebanyak 231 anak yang ditentukan secara simple random sampling. Tujuan: mengkaji hubungan antara pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif dan Riwayat bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian stunting. Hasil: Uji Chi-square pada data balita yang tidak mendapat ASI secara ekslusif dengan nilai p-value sig. 0,002 < dari nilai alpha=0,05. Odd Ratio (OR)= 0,30. Artinya terdapat hubungan signifikan dan berkorelasi positif, bahwa anak yang tidak mendapat ASI eksklusif berisiko terjadi stunting. Anak riwayat berat badan lahir rendah(BBLR) diperoleh nilai p-value sig. 0,001 < dari nilai alpha=0,05. Odd Ratio (OR)= 0,25. Artinya terdapat hubungan yang signifikan dan korelasi positif, pada anak dengan riwayat berat badan lahir rendah berisiko stunting. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan korelasi positif, pada anak yang tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) secara eksklusif dan anak dengan riwayat kelahiran berat badan lahir rendah (BBLR), dapat menyebabkan stunting. Rekomendasi: Kepada petugas kesehatan untuk melakukan komunikasi informasi dan edukasi yang baik kepada ibu hamil agar lebih aktif melakukan antenatal care, bersalin difasyankes dan melakukan inisiasi menyusui dini.
Copyrights © 2024