Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana keuntungan perusahaan (profitabilitas), kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek (likuiditas), besarnya aset tetap yang dimiliki perusahaan (intensitas modal), dan ukuran perusahaan (skala perusahaan) mempengaruhi strategi perusahaan dalam menghindari pajak dalam lingkup perusahaan manufaktur pada subsektor industri barang konsumsi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama rentang waktu 2019- 2023. Sampel penelitian mencakup 26 entitas bisnis yang dipilih menggunakan pendekatan purposive sampling, menghasilkan 130 titik observasi. Variabel bebas dalam studi ini mencakup profitabilitas, likuiditas, intensitas modal, serta skala perusahaan, sementara variabel terikatnya adalah praktik penghindaran pajak. Dalam mengolah data, digunakan teknik analisis regresi linier ganda, yang diimplementasikan melalui perangkat lunak SPSS 26. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat likuiditas perusahaan memiliki kaitan positif yang signifikan dengan praktik penghindaran pajak. Di sisi lain, variabel profitabilitas, intensitas modal, dan ukuran perusahaan tidak mengindikasikan adanya hubungan dengan penghindaran pajak. Temuan ini memberikan sumbangan konseptual dalam wacana perpajakan serta menawarkan implikasi praktis bagi otoritas terkait dalam merancang kebijakan perpajakan yang lebih optimal dan berkeadilan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi kecenderungan entitas bisnis dalam menghindari pajak.
Copyrights © 2025