ABSTRAKPada penderita HIV/AIDS, infeksi dari virus HIV menjadi bagian dari penyakit kronis yang menimbulkan tekanan psikologis yang tinggi, Kecemasan itu sendiri diperlukan untuk proses bertahan hidup, akan tetapi pada penderita dengan HIV/AIDS, kecemasan yang dialami lebih tinggi dibandingkan orang pada umumnya yang dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan kecemasan dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS Di Yayasan Pelita Ilmu di Tebet Jakarta Selatan. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Pengukuran kecemasan mengunakan Kusioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A), 1959 dengan keandalan Alpha Cronbach 0,756 dan pengukuran Kualitas hidup dengan kuesioner WHOQOL-HIV BREF dengan nilai Alpha Cronbach 0,513- 0,789. Analisis ini menggunakan distribusi frekuensi. Penelitian menunjukkan responden yang mengalami cemas sebanyak 90 responden yaitu (62,1%) dan responden yang tidak mengalami cemas sebanyak 45 responden yaitu (37,9%). Sementara responden yang memiliki kualitas hidup tinggi sebanyak 102 responden yaitu (70,3%) dan kualitas hidup rendah sebanyak 43 responden yaitu (29,7%). Hasil uji Kendall’s tau-b didapat hasil p-value 0,797 yang dimana lebih dari 0,05 yang menunjukkan tidak ada hubungan antara kecemasan dengan kualitas hidup. Petugas kesehatan perlu melakukan promosi kesehatan dan pendampingan pada Orang dengan HIV/AIDS yang mengalami kecemasan dan mengidentifikasi factor penyebab kecemasan lainnya, sehingga kualitas hidup dapat meningkat. Kata kunci: Kecemasan; Kualitas Hidup; Penderita HIV/AIDS
Copyrights © 2024