Perkembangan tafsir Al-Quran di Nusantara, tentunya tidak terlepas dari pengaruh sosial, budaya dan bahasa yang sangat beragam. Penafsiran di Indonesia pada umumnya menggunakan lokalitas yang dimaksudkan untuk memudahkan dalam memahami Al-Quran dan menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat. Dalam rangka memudahkan masyarakat Muslim Jawa dalam memahami isi kandungan Kitab Suci al-Quran, KH. Muhammad Adnan melalui karyanya yang berjudul Tafsir Al-Quran Suci Basa Jawi berusaha melakukan vernakularisasi tarjamah Al-Quran ke dalam bahasa Jawa tanpa menghiraukan gagasan-gagasan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Sebagai contoh, Mohammaad Adnan memanfaatkan sistem tata bahasa Jawa atau undhak-undhuk dalam menafsirkan Tafsir Al-Quran Suci Basa Jawi. Dari hasil penelitian yang diperoleh, Mohammad Adnan melakukan vernakularisasi terhadap ayat tentang akhlak mulia dalam Al-Quran yaitu tentang adil (netepi samubarang wajibira marang Allah), sesama muslim adalah saudara dilarang bertikai (pasulayan), anjuran untuk berbuat kebaikan (penggawe becik), dan saling memaaafkan (lilalan legawa).
Copyrights © 2023