Dewasa ini, penggunaan metode penafsiran qur`an bil-qur`an kembali menggeliat, dan salah satu mufasir yang melakukan upaya ini adalah Muhammad al-Amin asy-Syinqithiy, yang menulis tafsir Adwa` al-Bayan fi Idlah al-Qur`an bi al-Qur`an. Artikel ini secara khusus meneliti penafsiran asy-Syinqithiy yang mampu menghadirkan penafsiran ayat dengan ayat lain dengan bersandar kepada 25 kaidah penafsiran qur`an bil-qur`an yang ia jelaskan dalam pendahuluan. Sekalipun tidak semua ayat al-Qur`an ditafsirkan, tetapi upaya yang dilakukannya secara spesifik merupakan suatu langkah besar yang jarang dilakukan mufasir sebelumnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan analisis-deskriptif. Penelitian ini bertujuan melakukan elaborasi terhadap metode tafsir asy-Syinqithiy, baik yang umum dari kitab tafsir ini, dan yang khusus dengan meninjau uslub tafsirnya, dengan berfokus pada penafsirannya terhadap surat al-Baqarah ayat 131 sampai 145. Tafsir ini menggunakan metode tahlili, dengan kecenderungan ahkami atau fiqhi, dan merujuk sumber penafsiran dari ayat-ayat al-Qur`an itu sendiri secara ijtihadi berdasar kaidah-kaidah penafsiran, lalu sumber lainnya dari hadits, qira`ah sab’ah dan kaidah kebahasaan.
Copyrights © 2024