Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perpaduan nilai budaya lokal dan unsur modern dalam penataan pasar tradisional. Sebagai pusat ekonomi yang penting, penataan pasar sering berada pada kondisi kurang optimal, yang menyebabkan pergeseran aktivitas ke area luar pasar, serta hilangnya ciri budaya setempat sebagai identitasnya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dan penelitian desain konstruktif pada dua desain pasar di Jakarta dan Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan unsur budaya lokal, seperti bentuk atap, ornamen khas, dan pemilihan material di dalam desain masih tertutup oleh dominasi elemen modern. Kurangnya penggunaan material lokal mengakibatkan identitas budaya kurang tercermin dalam desain. Selain itu, tata ruang dan fasilitas yang tersedia masih kurang mendukung interaksi sosial dan kenyamanan bagi pengunjung. Penelitian ini merekomendasikan untuk lebih mengoptilamkan penggunaan material lokal dengan penekanan pada ornamen budaya untuk mempertegas identitas budaya dalam upaya modernisasi. Diharapkan pasar tradisional dapat tetap berperan sebagai pusat ekonomi dan simbol budaya yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025