Permukiman kumuh adalah daerah pemukiman yang memiliki kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan budaya yang kurang baik. Biasanya terletak di pinggiran kota, kawasan ini sering kali mengalami berbagai dampak sosial, yang menyebabkan lingkungan tidak sehat dan terbatasnya akses terhadap sumber daya penting untuk meningkatkan kualitas hidup. Lokasi penelitian ini adalah Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap daerah kumuh bisa menjadi penyebab utama kesenjangan sosial. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperbaiki kondisi lingkungan, penataan permukiman kumuh di daerah pinggiran kota merupakan langkah penting. Untuk menciptakan rencana efektif dalam menangani masalah ini, diperlukan pendekatan yang menggabungkan aspek sosial dan ekonomi. Pendekatan ini memungkinkan penciptaan strategi penataan yang inklusif dan berkelanjutan dengan menganalisis elemen-elemen sosial, seperti pertumbuhan penduduk, tingkat pendidikan, dan partisipasi masyarakat, serta elemen-elemen ekonomi seperti jenis pekerjaan, pendapatan, dan fasilitas pendukung kegiatan sosial ekonomi. Keberhasilan penanganan permukiman kumuh di daerah pinggiran kota bergantung pada peningkatan keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program. Oleh karena itu, tujuan dari ide ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi penduduk lokal sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih layak huni dan berkelanjutan.
Copyrights © 2024