Indragiri Hilir merupakan penghasil kelapa terbesar di Indonesia dengan luas lahan 340.720 ha. Sekitar 75% penduduknya bergantung pada perkebunan kelapa. Masyarakat belum memanfaatkan sabut kelapa secara optimal. Untuk mengatasi limbah sabut kelapa, dirancang Sentra Pengolahan Coconut Fiber dengan Pendekatan Arsitektur Sustainable sebagai solusi keberlanjutan olahan limbah sabut kelapa melalui pengolahan, edukasi, dan rekreasi. Arsitektur sustainable bertujuan untuk menciptakan bangunan dan lingkungan binaan yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, serta mendukung kesejahteraan manusia dalam jangka panjang. Selain sebagai tempat produksi, bangunan ini berfungsi sebagai pusat edukasi dan inovasi yang berkontribusi terhadap pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kasus, strategi gabungan, dan kajian literatur. Dengan adanya perancangan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam pengelolaan limbah sabut kelapa yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi pusat inovasi dan edukasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2024