Kemampuan komunikasi merupakan salah satu keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan pada peserta didik, termasuk dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa banyak siswa madrasah ibtidaiyah masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pendapat, bertanya, maupun menjawab pertanyaan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi siswa dalam mata pelajaran SKI. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa di MIN 1 Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% siswa masih bersikap pasif selama proses pembelajaran. Faktor penyebabnya meliputi penggunaan metode ceramah, keterbatasan media visual, dan rendahnya rasa percaya diri siswa dalam berbicara. Guru menyatakan perlunya media yang lebih interaktif dan kontekstual untuk menumbuhkan keberanian siswa berkomunikasi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan ini, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran SKI memerlukan strategi pembelajaran yang lebih partisipatif dan berbasis visual.Kemampuan komunikasi merupakan salah satu keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan pada peserta didik, termasuk dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa banyak siswa madrasah ibtidaiyah masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pendapat, bertanya, maupun menjawab pertanyaan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi siswa dalam mata pelajaran SKI. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa di MIN 1 Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% siswa masih bersikap pasif selama proses pembelajaran. Faktor penyebabnya meliputi penggunaan metode ceramah, keterbatasan media visual, dan rendahnya rasa percaya diri siswa dalam berbicara. Guru menyatakan perlunya media yang lebih interaktif dan kontekstual untuk menumbuhkan keberanian siswa berkomunikasi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan ini, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran SKI memerlukan strategi pembelajaran yang lebih partisipatif dan berbasis visual.
Copyrights © 2025